Sabungan Parapat “Terkait Hibah Pembangunan Rusun Yayasan Akper Pemkab Taput ,Kami Hanya Sebagai Pemohon”

Bagikan :

Kliktodaynews.com-Tapanuli Utara|| Terkait pembangunan rumah susun Yayasan Akademi Perawatan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Pemkab) Tahun Anggaran 2023 yang berbiaya sekitar Rp.18 Miliar  oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Kecamatan Sipoholon Tapanuli Utara yang akan segera dibangun dalam waktu dekat banyak Tudingan miring yang ditujukan ke Pengurus Yayasan , Ketua Dewan Pembina Yayasan Akper Pemkab Taput, Sabungan Parapat pun angkat bicara.

Sabungan” Sebagai pengurus yayasan, perlu kami sampaikan bahwa rencana pembangunan rusun yayasan Akper Pemkab Taput adalah usulan kita ke pihak Pemerintah Pusat melalui PUPR, Upaya kami meningkatkan mutu pendidikan melalui fasilitas rusun untuk menunjang dan meningkatkan kemajuan pendidikan melalui sarana prasarana bagi para akademisi dan Yayasan, itulah yang mendasari kami memperjuangkan pentingnya pembangunan ini di Taput.Dan kami menyadari betapa pentingnya meningkatkan mutu pendidikan yang menjadi tanggung jawab bersama” ucapnya.

“Kita berupaya semaksimal mungkin melalui perjuangan dan lobi lobi yang kita lakukan ke pemerintah pusat yang akhirnya membuahkan hasil hingga pihak PUPR menyetujui permohonan Pembangunan yayasan Akper Pemkab Taput ini, Selanjutnya Pihak PUPR Melakukan survey dan menyetujui usulan pembangunan rusun untuk yayasan.namun perlu saya tegaskan terkait bagaimana mekanisme PUPR menyetujui permohonan itu kami tidak mencampuri urusan PUPR dari awal hingga persetujuan permohonan Yayasan dikabulkan oleh pihak PUPR,dikarenakan itu bagian dari keputusan PUPR dan status kami hanya sebagai pemohon” tegas Sabungan.

Baca Juga :  Longsor di Sipahutar Taput, Ibu dan Anak Tewas Tertimbun Tanah 

“Kami hanya mempersiapkan semua keperluan atas syarat dan ketentuan yang dibutuhkan pihak PUPR sebagai syarat penerima hibah.Jadi Bilamana ada pihak pihak yang mengatakan pembangunan ini adalah untuk kepentingan saya pribadi itu salah besar, banyak tudingan ke saya bahwa pembangunan rusun ini ada keterlibatan saya terlebih katanya saya pemborong atau pelaksana pembangunan rusun, itu harus saya tegaskan bahwa itu tidak benar, kami pengurus yayasan hanya sebagai pemohon saja,ga lebih dari itu” imbuh Sabungan.

“Saya hanya ingin berbuat yang terbaik untuk Tapanuli Utara secara khusus untuk dunia pendidikan itu yang saya lakukan, harusnya kita sebagai masyarakat Taput yang peduli pendidikan mensyukuri hibah yang kita terima bukan malah sebaliknya mencari cari agar bagaimana menggagalkan rencana pembangunan rusun ini,tidak gampang menggiring bantuan dari pusat loh, perlu usaha dan kerja keras agar usulan kita bisa ditunaikan pemerintah pusat” pungkas Sabungan.
(Douglas/ktn)

Bagikan :