Seorang Wanita Ditemukan Tewas Gantung Diri di Simalungun, Begini Kronologinya

Ilustrasi Gambar (pixabay)
Bagikan :

SIMALUNGUN – Kliktodaynews.com|| Tragedi menyedihkan terjadi di Huta Dolok Hataran Nagori Dolok Hataran Kecamatan Dolok Batu Nanggar Kabupaten Simalungun. Pada hari Sabtu, 2 September 2023 sekitar pukul 04.30 WIB, seorang wanita bernama Ernawati Damanik (54) ditemukan gantung diri di pekarangan rumah ibunya, Kastinem.

Pelapor kasus ini adalah Rony Simamora, S.H., seorang petugas Polri yang bertugas di Asrama Polsek Serbalawan. Rony mendapat informasi adanya orang gantung diri dari suami korban, Jumian, yang juga menjadi saksi dalam kasus ini.

“Saksi Jumian menjelaskan bahwa korban bangun pagi dan kemudian tidak ditemukan disampingnya. Ia kemudian mencari korban dan menemukannya sudah tergantung di pohon nangka di belakang pekarangan rumah milik Kastinem,” ujar Kapolsek Serbalawan AKP Abdullah Yunus Siregar.

Setelah menerima laporan, petugas Polsek Serbalawan yang dipimpin oleh AKP Abdullah Yunus Siregar langsung mendatangi TKP. Korban ditemukan dalam keadaan sudah meninggal dunia. Personil Polsek Serbalawan dibantu warga kemudian menurunkan tubuh korban.

Pemeriksaan awal yang dilakukan oleh petugas bersama tenaga kesehatan dari Puskesmas Serbalawan, Damaris Siahaan, tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada korban. Namun, di leher korban ditemukan bekas jeratan talu atau kain.

Baca Juga :  Terima Petugas Coklit, Bupati Simalungun Meminta Masyarakat Untuk Mendukung Program Pemerintah

Barang bukti yang diamankan dari TKP di antaranya sehelai kain gendong, kain selendang, potongan baju daster, sepatang sandal, dan kursi plastik. Semua barang bukti ini akan digunakan dalam penyelidikan lebih lanjut.

Motif di balik tindak bunuh diri ini diduga karena korban mengalami depresi akibat sakit menahun yang dideritanya. “Berdasarkan keterangan saksi dan warga setempat, korban selama ini menderita penyakit komplikasi, yaitu penyakit darah tinggi dan batu empedu, selama 10 tahun,” pungkas Abdullah Yunus Siregar.

Terkait kejadian ini, keluarga korban menyatakan tidak keberatan dan memohon agar tidak dilakukan otopsi. Mereka juga tidak berencana melakukan tuntutan hukum terkait kejadian ini. Jenazah korban kini telah diserahkan kepada keluarga untuk dilakukan proses penguburan.(rel/KTN)

 

 

Bagikan :