Diduga Asal Jadi, Pengerjaan Proyek Rabat Beton Disoal Warga

Rabat beton Nagori Boluk
Bagikan :

Bosar Maligas-Kliktodatnews. Com Penyerapan dana desa yang terus meningkat setiap tahun menjadi catatan emas bagi pemerintah saat ini.

Pasalnya, muncul anggapan serapan anggaran yang tinggi bertujuan menumbuhkan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat pedesaan.

Namun, dalam penerapan pelaksanaan ada catatan merah perihal dana desa akibat meningkatnya angka korupsi hingga menempati peringkat korupsi terbanyak dari 9 sektor lainnya pada tahun 2018 yang lalu.

Sesuai dengan yang tertera pada papan informasi, pembangunan perkerasan rabat beton di Huta II, Penggalangan, Nagori Boluk, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun dilaksanakan oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Boluk tertera Volume yaitu Panjang 164 meter, Lebar 3,5 meter dan Tinggi 0,15 meter dengan anggaran senilai Rp 127.763.770,- dikurangi PPN senilai Rp 7.949.472,- dan Biaya Umum Rp 2.878.579,-

Menurut warga setempat bahwa kegiatan pembangunan rabat beton mulai dikerjakan sejak empat hari yang lalu tanpa adanya pemasangan papan informasi menimbulkan kecurigaan adanya dugaan penyimpangan dilakukan oleh oknum Pangulu Nagori Boluk sebagai penanggung jawab anggaran Dana Desa yang disalurkan oleh pemerintah pusat.

Baca Juga :  Partai Nasdem Resmi Usung Anton-Rospita di Pilkada Simalungun 2020


“Curiga kami, Bang ! Sudah empat hari dikerjakan orang itu, kenapa plank proyek belum terpasang”, beber pria separuh baya ini saat ditemui di salah satu warung di sekitar lokasi. Kamis Pagi (16/5/2019).

Ditambahkan, akibat kecurigaan adanya dugaan penyimpangan warga sekitar berinisiatif melakukan protes dengan kesepakatan menghentikan kegiatan pelaksanaan pembangunan rabat beton dan meminta penjelasan dari pelaksana kegiatan.

“Karena kami curiga, kami minta penjelasan tentang rincian pelaksanaan dan biasanya kami bisa melihat dari plank proyeknya, sampai empat hari dikerjakan belum juga terpasang di lokasinya”, kesal pria berkulit hitam ini.

Warga lainnya, S. Sinaga menjelaskan setelah pemasangan papan informasi jelas tertera bahwa tinggi bangunan rabat beton tersebut tidak sesuai.

“Tertulis di plank proyeknya tinggi 0,15 meter, tapi diukur aku yakin bahwa tingginya tidak sesuai”, jelas Sinaga.

Pantauan di lokasi, tampak pengerjaan proyek perkerasan rabat beton sudah dikerjakan sepanjang lebih kurang 36 meter dengan lebar 3,5 meter.

“Kami minta agar pihak terkait segera datang ke lokasi ini, kami minta untuk ditindaklanjuti karena kami berhak untuk mendapatkan informasi adanya proyek di Nagori ini”, ucap Sinaga mengakhiri.
Baca Juga :  Silahturahmi Warga Dengan Putra Simalungun Irjen Pol Drs. Maruli Wagner Damanik, MAP


Camat Bosar Maligas, Amon Sitorus ditemui di ruang kerjanya, mengatakan untuk beberapa Nagori di wilayah kecamatan Bosar Maligas sudah memulai kegiatan realisasi anggaran DD tahun 2019, terkait pengerjaan proyek rabat beton di Huta II Penggalangan, Nagori Boluk yang mendapatkan protes warga mengaku belum mendapatkan informasi dan akan menindaklanjuti untuk melakukan peninjauan ke lokasi.

“Sudah cair DD,  sudah dikerjakan oleh nagori masing masing. Soal di Boluk itu belum ku terima informasi, akan aku cek ke lapangan”, ucap Amon Sitorus.(RY/KTN)

Bagikan :