Tunggu Pasien, “Aho” Diringkus Team Scorpions Sat Reskrim Polres Sergai

MS (53) alias Aho diringkus team khusus anti bandit (TEKAB) Sat Reskrim Polres Serdang bedagai dari kediamannya di Dusun IV, Desa Pantai Cermin Kanan, Kecamatan Pantai Cermin,Kabupaten Serdang Bedagai, Senin (13/7/) malam.
MS (53) alias Aho diringkus team khusus anti bandit (TEKAB) Sat Reskrim Polres Serdang bedagai dari kediamannya di Dusun IV, Desa Pantai Cermin Kanan, Kecamatan Pantai Cermin,Kabupaten Serdang Bedagai, Senin (13/7/) malam.
Bagikan :

Sergai – KlikTodaynews.comSeorang terduga juru tulis (Jurtul) perjudian jenis Kim berinisial MS (53) alias Aho diringkus team khusus anti bandit (TEKAB) Sat Reskrim Polres Serdang bedagai dari kediamannya di Dusun IV, Desa Pantai Cermin Kanan, Kecamatan Pantai Cermin,Kabupaten Serdang Bedagai, Senin (13/7/) malam.

“Dari penangkapan itu, polisi mengamankan barang bukti , yang terdiri dari, 4 Handphone yang berisikan nomor tebakan para pemasang, 1 pulpen warna merah dan uang tunai sebesar Rp 150 ribu.

“Kapolres Serdang Bedagai, AKBP Robin Simatupang melalui Kasat Reskrim AKP Pandu Winata, Ketika dikonfirmasi wartawan, Selasa (14/7/2020), mengatakan, penangkapan tersangka itu berawal dari informasi masyarakat yang menyebut, kawasan tempat tinggal mereka kerap dijadikan lapak perjudian tebak angka (KIM) dan sudah sangat meresahkan.

“Usai menerima info tersebut, sambung Kasat Reskrim, sejumlah personel Tekab Polres dipimpin Katim Aiptu Saiful Hardi, langsung melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap tersangka yang tengah menunggu para pemasang di dalam ruang tamu rumahnya.

“Pandu juga menjelaskan, sewaktu diinterogasi penyidik, MS mengaku baru dua bulan menjadi Jurtul Kim dan hasil dari bisnis haram itu disetorkan ke At, warga Desa Kuala Lama.

Baca Juga :  Habis Manis Sepah Dibuang, Cabuli Anak SMA dan Pindah Kelain Hati, Pria Ini Dipolisikan


“Atas perbuatannya, kini tersangka beserta BB sudah diamankan di Sat Reskrim Polres Serdang Bedagai untuk diproses lebih lanjut.

“MS akan dijerat pasal 303 ayat (1) ke-1e, 2e, 3e dan ayat (3) KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara,” tegas AKP Pandu Winata.(BUDI/KTN).

Bagikan :