Mahasiswi IKS FISIP USU Melakukan Edukasi Semangat Belajar di Lingkungan Desa Pintu Angin Kota Sibolga Dimasa Covid-19

Oleh : Nora Sitinjak, Ilmu Kesejahteraan Sosial Mahasiswi Fisip Usu. Supervisor Dra. Tuti Atika, MSP
Bagikan :

Oleh : Nora Sitinjak, Ilmu Kesejahteraan Sosial Mahasiswi Fisip Usu.
Supervisor Dra. Tuti Atika, MSP

MEDAN – Kliktodaynews.com||  Praktik kerja lapangan merupakan salah satu sarana dalam pengabdian kepada masyarakat, dan PKL 2 ini juga merupakan salah satu mata kuliah yang wajib dilaksanakan bagi prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial Universitas Sumatera Utara.

Nora Sitinjak merupakan mahasiswi PkL 2 Ilmu Kesejahteraan Fisip USU yang melaksanakan praktikum selama satu semester dilingkungan Desa Pintu Angin, Kecamatan Sibolga Ilir, Kota Sibolga,  Sumatera Utara, 22513.

Dengan Supervisor ibu Dra. Tuti Atika, MSP dan PKL 2 ini juga diketahui oleh bapak Agus Suriadi, S.Sos, M.Si, bapak Drs. Matias Siagian M.Si selaku koordinator PKL, serta Fajar Utama Ritonga, M. Kesos, dan Boy Iskandar Warongan, MSP selalu pembimbing dalam pelaksanaan PKL 2 kelas online.

Wabah Covid-19 membawa berbagai dampak untuk kehidupan bermasyarakat. Dampak ini tidak hanya dialami dalam bidang kesehatan dan perekonomian saja tetapi juga dalam bidang pendidikan, adanya wabah ini sangat memberikan dampak besar yang lebih mengarah ke negatif.

Penyebaran Covid-19 yang semakin hari kian meluas memaksa pemerintah untuk mengambil langkah secepatnya, akhirnya sejak 16 Maret 2020 pemerintah mengambil keputusan agar pelajar dan mahasiswa seluruh Indonesia untuk melakukan pembelajaran dari rumah disebut juga pembelajaran online (daring). faktanya bahwa pendidikan menjadi salah satu bidang yang sangat terdampak oleh virus Covid-19. ABC. Menurut data Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO), sekitar 290,5 juta siswa di seluruh dunia yang aktivitas belajarnya terganggu karena kebijakan penutupan sekolah.

Sejak pelepasan Praktik Kerja Lapanga (PKL) yang diadakan secara daring pada tanggal 09 Maret 2021, lalu setelah itu Nora sah melakukan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan desa Pintu Angin Kota Sibolga, Selesainya Pkl ini pada tanggal 2 Juni 2021. Adapun yang Nora lakukan dilingkungan Desa Pintu Angin Sibolga yaitu salah satunya beljar perkalian 1-10 dengan menggunakan jari-jari secara rileks da menyenangkan tanpa harus berfikir dan menghafal.kreativitas, inovasi, kepribadian sianak .

Adapun tujuan  kegiatan pertama yang dilakukan yaitu melakukan observasi dilingkungan desa Pintu Angin Sibolga, melihat bagaimana perkembngan proses belajar si anak dalam kondisi pandemik 19. Setelah saya melakukan observasi, ternyata fakta dilapangan banyak anak-anak yang ketertinggalan dalam proses belajar, dan covid-19 sangat membawa dampak negatif yang dialami anak-anak tersebut terhadap pendidikan mereka.

Cara untuk lebih mengetahui fakta dilapangan, Nora melakukan wawancara dengan menggunakan tools Napoleon Hills, alat ini gunakan untuk mengetahui cita-cita atau pun harapan anak dimasa mendatang. Serta Nora menggunakan tools dalam assement yaitu Mobily Map. Alat ini digunakan untuk menjelaskan kemana saja mobilitas anak dalam aktivitas sehari-hari. Dengan cara kedua tools tersebut yang Nora gunakan, maka akan lebih mudash mengetahui fakta dilapangan bagaimana. Bagaimana dampak negative adanya covid-19 dalam aktivitas proses belajar anak-anak dilingkungan Desa Pintu Angin Kota Sibolga.

Baca Juga :  BNNP Sumut Press Release Pengungkapan Tindak Pidana Narkotika Sindikat Internasional Penyelundupan Methampethamine (Shabu) 6 Kg Dari Malaysia Ke SUMUT Indonesia

Atas dasar hasil Asssment dan observasi tersebut  Nora Sitinjak Mahasiswi Praktikum IKS – Universitas Sumatera Utara yang menjalani praktikum selama satu semester di lingkungan Desa Pintu Angin Kota Sibolga,  melakukan perencanaan program gerakan baru  dengan edukasi kreatif  dan berinisiatif untuk membuat berbagai perencanaan program guna meningkatkan wawasan anak didik dan semangat belajar disaat kondisi Covid-19.
Salah satu edukasi atau kegiatan yang diterapkan yaitu dengan meningkatkan jiwa semangat belajar anak dalam kondisi covid-19 ini, dengan cara memanfaatkan sumber daya alam yang ada dilingkungan sekitar yaitu belajar sambil bermain yang menyenangkan dipinggiran laut.

Diusia mereka, anak anak pada umumnya lebih fokus pada tahap bermain, untuk itu maka Nora Sitinjak mengajak anak anak untuk belajar dengan rileks dan menyenangkan sambil bermain game sekaligus menambah wawasan anak-anak. Kemudian anak-anak diajarkan menggunting karton menjadi bentuk lingkaran dan menempelkan kertas warna pada permukaan karton. Hal ini dapat meningkatkan stimulus perkembangan kognitif  dan motorik halus anak agar berkembang dengan baik, maka anak-anak akan semakin semangat belajar dengan kreatif dan senang.  Mengingat dampak negatif telah dirasakan, perlu adanya upaya menjembatani antara orang tua dan sekolah, anak dengan orang tua.  harus ada komunikasi yang lebih intens untuk mencari solusi bersama,saat ini orang tua merasa terbebani, anak – anak merasa stres dengan tugas – tugas yang banyak.

Adapun edukasi dalam bentuk program kegiatan lainnya dilakukan diantaranya :

1. Belajar berfikir praktis dan cepat yaitu salah satunya belajar kali-kali dengan menggunakan jari-jari tanpa harus menghitung dan menghafal.

2. Open donasi,

3. Belajar menambah kosa kata dalam bahasa inggris dengan menyenangkan.

Pada tanggal 11 Mei 2021 Nora memberikan edukasi dan sosialisasi perihal penggunaan bagaimama cara menggunakan E-Learning, Zoom, Classroom. Banyak anak-anak yang tidak paham menggunakan aplikasi tersebut, sehingga anak anak menanyakan kembali kepada orang tua, dan orang tua pun sangat kewalahan mendampingi putra/i nya ddalam proses daring “Ujar Nora.

Metode digunakan Nora Sitinjak  dalam membantu kelompok tersebut yaitu metode groupwork oleh Benjamin, Bssant, dan Watts (1997 : 42), sesuai dengan model intervensi yang dibagi oleh Popple yaitu Community education (pendidikan komunitas). Adapun tahapannya yaitu sebagai berikut:
1. Tahap persiapan: ditahap ini yang dilakukan mempersiapkan kelompok dan tujuan kelompok terbentuk. Disini kelompok yang dibentuk adalah dengan membagi anak-anak menjadi tiga kelompok saat belajar, Satu kelompok untuk anak-anak yang belum sekolah berumur 4-5 tahun, satu kelompok untuk anak-anak yang belum bisa membaca dan menulis berumur 6-10 tahun, dan satu kelompok lagi untuk anak yang bisa membaca dan menulis.
2. Tahap Assesment: untuk mengetahui tujuan dari kelompokyang di bentuk maka dilakukan assesment dengan mengunakan metode assesment dengan menggunakan metode Mobility Map dan  Napoleon Hills Alat ini digunakan untuk mengetahui cita-cita ataupun harapan anak di masa mendatang. Dalam metode ini anak anak saya ajak untuk aktif yaitu dengan cara
• mengajak mereka menggabarkan pendidikan / sitausi anak saat ini, misalnya anak sedang menempuh pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP)
• Tanyakan kepada klien tentang rencana klien selanjutnya – minimal 2 rencana, misalnya setelah klien lulus SMP klien berencana akan melanjutkan ke SMA atau melanjutkan ke SMK.
• Minta klien untuk menggambar bagaimana proses belajar mereka ketika adanya covid-19.
• Minta klien untuk memilih salah satu dari dua/lebih rencana klien.
• Lakukan kembali poin 1 s.d 4 sampai kita mengetahui tujuan akhir klien.
3. Tahap perencanaan: sebelum melakukan intervensi menentukan strategi intervensi yang dapat digunakan. Maka selanjutnya melakukan perencanaan dalam kelompok tersebut  untuk mengembangkan semnagt belajar mereka dan memili progress kedepan.
4. Tahap intervensi: di tahap ini dilakukannya dengan cara sosialisasi dan pelatihan tentang mengunakan aplikasi belajar seperti cara mengunakan Zoom, Gmeet.
5. Tahap evaluasi: setelah dilakukan nya intervensi, untuk melihat hasilnya dilakukannya evaluasi kepada anak-anak yang ada di lingkungan Desa Pintu Angin Kota Sibolga. Tujuan evaluasi ini adalah melihat sejauh mana perkembangan anak dalam semnagat belajar, atau adakah progres yang dirasakan anak-anak dalam setiap program atau pun perencaan yang dilaksankan.

Baca Juga :  Jaringan Narkoba 18 Kg Di Medan Terungkap, 6 Tertangkap, 1 Pelaku Dikirim Ke Liang Lahat

Dengan adanya perencanaan dalam setiap kegiatan maka diharapakn dapat menciptakan semangat belajar anak walaupun ditengah-tengah pandemic covid-19. Anak-anak yang ada dilingkungan Desa Pintu Angin sibolga diharapkan anak-anak kreatif, memiliki inovasi, dan kepribadian yang mencintai Negara Indonesia.

Dan akhir kegiatan ini  bapak Dohar Ivan Dolly Sianturi, S.AP sebagai kepala lurah di saat diliput awak media mengatakan sangat mengapresiasi dan berterimakasih atas keterlibatan mahasiswi praktikum dalam proses belajar yang kreatif dan menyenangkan dikondisi covid-19 ini, dan juga beliau sangat berterimakasih kepada Universitas Sumatera Utara telah memberikan kesempatan mahasiswa untuk Praktikum dan memberikan program yang membangun di lingkungan desa Pintu Angin Kota Sibolga.

Beliau berharap walaupun kegiatan praktikum 2 ini sudah berakhir. Diharapkan semoga kedepan adanya kesempatan yang baik di berikan untuk menunjang hal-hal yang positif.

Bagikan :