Jelang Perayaan Imlek, Pedagang Kue Bakul di Medan Kebajiran Pesanan

Teks Foto: Produksi kue keranjang (kue bakul) Yen Yen di Jalan Aksara Medan, Minggu (4/2/2024)
Bagikan :

MEDAN – Kliktodaynews.com|| Kue keranjang atau yang sering disebut kue bakul selalu hadir saat perayaan imlek. Salah satu toko yang memproduksi kue bakul di Kota Medan yakni Yek Yen Siang merupakan salah satu kue bakul legendaris yang beralamat di Jalan Aksara Nomor 135 Medan.

Kue bakul legendaris ini merupakan usaha musiman yang selalu hadir pada saat momen perayaan tahun baru Imlek. Berdiri sejak tahun 1980-an, kue bakul Yek Yen Siang setiap tahunnya memenuhi permintaan masyarakat Tionghoa Kota Medan.

Penerus usaha kue bakul Yek Yen Siang, Awie mengatakan bahwa usaha kue bakul miliknya merupakan usaha turun temurun dan sudah generasi ketiga saat ini.

“Untuk kue bakul kita mulai sekitar tahun 1980an, namun kue bulan (mooncake) sudah dari tahun 1970-an, jadi sudah turun temurun usahanya, dan saat ini sudah masuk generasi ketiga,” katanya, Minggu (4/1/2024).

Awie menuturkan, usaha kue bakul yang saat ini sedang digelutinya merupakan usaha keluarga, di mana usaha ini didirikan oleh sang kakek yang bernama Kim Hai dan kemudian berlanjut ke anak cucunya hingga saat ini.

“Awal mulanya usaha ini didirikan oleh kakek kami Kim Hai, kemudian dilanjutkan oleh anak-anaknya. Bisa dibilang usaha ini adalah usaha keluarga,” jelasnya.

Dikatakan Awie, kue bakul miliknya dibuat dengan cara tradisional dan manual sama persis seperti pembuatan kue bakul di tahun 1980-an tidak ada perubahan sama sekali.

Hal tersebut yang membuat kualitas kue bakul Yek Yen Siang berbeda dengan kue bakul lainnya, karena rasanya yang tidak mengalami perubahan dari dahulu.

Tak heran jika setiap tahunnya permintaan kue bakul Yek Yen selalu membludak pada saat menjelang perayaan Tahun Baru Imlek produksi kue bakul kebanjiran pesanan hingga mencapai 300 kilogram.

“Untuk kue kami masih dibuat secara tradisional yang kami olah sendiri, jadi kualitas kue kami bisa dibilang berbeda dibandingkan yang lain,” ucapnya.

Toko ini hanya menjual kue bakul hasil produksinya di Kota Medan, Binjai, Lubukpakam dan Tebingtinggi, karena menurutnya kue bakul agak rentan jika harus dikirim jauh ke luar kota.

“Penjualan hanya sebatas di dalam kota dan sekitarnya karena kue bakul sebenarnya agak rentan jika dikirim keluar kota. Jadi penjualan biasanya hanya ke daerah yang masih bisa di jangkau, seperti Binjai, Pakam, Tebing Tinggi,” ucapnya.

Harga kue bakul bervariasi mulai dari Rp38.000 hingga Rp75.000 per kotak tergantung dari ukuran besar kecilnya kue sesuai kebutuhan.

Selain untuk sembahyang, kue bakul juga memiliki makna sebagai simbol mempererat tali persaudaraan.

Diketahui, 20 lebih karyawan musiman diperbantukan Awie untuk memproduksi kue bakul daun pisang yang diolah secara manual untuk melengkapi perayaan tahun baru imlek nanti.

Selain kue bakul, Awie dan keluarga juga memproduksi kue bulan (mooncake) sejak tahun 1970-an.(sgh)

Bagikan :