Dampak dari Virus Colera, Harga Daging Babi Naik di Pematang Siantar

Lokasi Tempat Penjualan Daging Babi, Jalan Gereja, Pematangsiantar
Lokasi Tempat Penjualan Daging Babi, Jalan Gereja, Pematangsiantar
Bagikan :

Pematangsiantar-Kliktodaynews.com Akibat dari penyakit virus colera yang menyerang ribuan ternak babi pada satu tahun silam di wilayah Sumatera Utara. Harga daging babi bersamaan dengan daging aili melonjak naik drastis.

Demikian disampaikan oleh para konsumen pembeli daging babi dan aili lomok lomok kepada jurnalis kliktodaynews.com di jalan DI Panjaitan, Pematang Siantar, Provinsi Sumatera Utara, 31/12/2020 sekitar pukul 16:00 wib.

Dikatakannya, Harga daging babi di akhir tahun ini Rp 110.000 per kilogram, Sebelumnya masih dilevel puluhan ribu. Begitu juga dengan daging aili, harga sekarang Rp 50.000 per kilogram, Sebelumnya masih dua puluh ribuan, beber boru Tambunan.

Menurut dia, Naiknya harga kebutuhan pangan bagi yang mengkonsumsi daging aili dan babi. Dikarenakan merebaknya penyakit virus colera yang menyerang ratusan ribu ternak babi di wilayah Sumut ini hingga mati setahun silam, kata boru Tambunan.

Sehingga, kata dia, ternak babi minim di Sumut. Oleh karena itu, para toke toke dari Siantar ini, mempunyai inisiatif supaya penjualan daging babi tetap berjalan seperti untuk pesta adat. Kalau untuk saat ini yang kita ketahui para toke itu melakukan bahan pengangkutan babi dari luar daerah Provinsi Sumatera Utara.

Baca Juga :  Gunakan Kop Surat dan Stempel Tanpa Izin, LBH Gerak Indonesia Laporkan 2 Orang ke Polisi


Seperti halnya proses pengangkutan yang mereka lakukan cukup jauh, dan memakan banyak biaya. Yang kita ketahui saat ini pengangkutan ternak babi dari wilayah provinsi Lampung. Wajar, jika harga itu naik drastis, (TOM/KTN).
Bagikan :