Menyambut Tahun Baru 2021, Langit di Pematangsiantar Sepi dari Kembang Api

Pohon Natal di Jalan Gereja Kota Pematangsiantar
Pohon Natal di Jalan Gereja Kota Pematangsiantar
Bagikan :

Pematangsiantar – Kliktodaynews.com Pergantian tahun 2020 ke 2021 tinggal hitungan jam. Keramaian dan perayaan tahun baru di Pematangsiantar yang biasanya meriah, seperti pesta kembang api di setiap sudut kota kini sepertinya hilang ditelan masa pandemi Covid-19.

Tak seperti tahun sebelumnya, langit di kota Pematangsiantar selalu dipenuhi dengan kembang api. Namun kemeriahan pesta pergantian tahun 2020 sudah dipastikan akan jauh berkurang di masa pandemi Covid-19. Apalagi pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk mencegah kerumunan di libur akhir tahun.

Larangan penyelenggaraan pesta atau perayaan malam pergantian tahun sudah jauh-jauh hari dibuat pemerintah. Kepala Kepolisian Negara RI (Kapolri) pada 23 Desember, misalnya, mengeluarkan maklumat bernomor Mak/4/XII/2020 tentang Kepatuhan terhadap Protokol Kesehatan dalam Pelaksanaan Libur Natal Tahun 2020 dan Tahun Baru 2021.

Detik-detik memasuki tahun 2021 di Kota Pematangsiantar tampak sepi. Seperti terpantau kliktodaynews.com, biasanya setiap tahun menyambut Tahun Baru masyarakat selalu antusias dengan tradisi kembang api menyambut tahun baru.

Iwan salah satu pedagang kembang api tampak ikhlas jika mercun, kembang api termahal yang ia jual tidak laku. Seperti tahun-tahun sebelumnya, ia selalu menyetok segala jenis mercun, kembang api mulai dari harga yang murah hingga harga yang mahal.

Baca Juga :  PLN Siantar : Beberapa Mesin Pembangkit Listrik Mengalami Gangguan


Mercun yang harganya berkisar antara ratusan hingga jutaan rupiah tersebut biasa dibeli warga yang merayakan pesta menyambut Tahun Baru. Sejak perayaan yang mengundang kerumunan dilarang, pembeli yang datang biasanya hanya mencari kembang api dan mercun yang biasa saja.

Berbeda halnya dengan Rudi, akibat pandemi Covid-19 di tahun 2020 ini, ia hanya belanja setengah barang dagangan. Hingga beberapa hari jelang pergantian tahun, lapaknya baru menjual 30 Persen dari jumlah barang yang dibelinya jauh hari sebelumnya.

“Tahun ini memang sepi bang, antusias masyarakat menyambut Tahun baru tidak seperti tahun sebelumnya,” ucap Ronal.

“Tahun Baru harusnya jadi momen ambil untung, namun masa tahun 2020 ini emang sulit (jualan) tak seperti yang diharapkan,” katanya. (TIM/KTN)
Bagikan :