Kisah Sedih Guru yang Ditembak KKB, Belum Pernah Lihat Anak Keduanya

Yonathan Randen, guru honorer yang bertugas di SMP Negeri 1 Beoga (semasa hidupnya)
Yonathan Randen, guru honorer yang bertugas di SMP Negeri 1 Beoga (semasa hidupnya)
Bagikan :

PAPUA – Kliktodaynews.com Jenazah dua orang guru korban penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua, telah tiba di rumah duka di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan.

Jenazah Yonathan Randen, guru honorer yang bertugas di SMP Negeri 1 Beoga tiba di Tongkonan Ra’be, Lembang Batulimbong, Kecamatan Bangke-Lekila.

Istri almarhum tak kuasa menahan kesedihan hingga pingsan.

Almarhum meninggalkan anak berumur 2 tahun 6 bulan yang belum pernah ditemuinya sejak lahir.

Sementara jenazah Oktovianus Rayo, guru yang bertugas di SD Jambul, Papua, juga tiba di rumah duka di Lembang Sa’dan Pebulian, Kecamatan Sa’dan, Toraja Utara.

Oktovianus merupakan korban pertama yang ditembak Kelompok Kriminal Bersenjata dalam penyerangan guru.

Natalina, istri Oktavianus mengatakan ia dan beberapa warga lainnya berusaha menyelamatkan diri dengan cara bersembunyi di kamar mandi saat kejadian.

Sebelumnya kasus penembakan dua orang guru diduga dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Puncak dan korban diidentifikasi bernama Oktovianus Rayo (43) dan Yonatan Raden (28).

Baca Juga :  Dirut Telkomsel Tak Hadiri Panggilan Polda Metro Jaya Terkait Dugaan Korupsi Rp 300 Miliar


Masing-masing korban adalah guru yang selama ini bertugas di wilayah pedalaman Papua. Penembakan dua orang guru terjadi dalam dua hari dan lokasi yang berbeda.

Di hari pertama Kamis (8/4/2021), Oktovianus Rayo di Kampung Julukoma, Distrik Beoga. Sementara hari kedua Jumat (9/4/2021), Yonatan Raden di Kampung Ongolan, Distrik Beoga.

Sumber : kompas.tv / KTN

Bagikan :