Tragedi Berdarah di Atas Lahan Sengketa Puncak 2000 Siosar Karo Akhirnya Pecah

Tragedi Berdarah di Atas Lahan Sengketa Puncak 2000 Siosar Karo Akhirnya Pecah
Bagikan :

TANAH KARO – Kliktodaynews.com|| Bentrokan pun akhirnya terjadi antara puluhan warga Desa Sukamaju vs Karyawan PT. BUK ( Bibit Unggul Karobiotek ) di lokasi kawasan Puncak 2000 atau yang lebih dikenal masyarakat dengan nama Siosar, kec. Tigapanah, kab. Karo, prov. Sumatera Utara, Selasa (17/05/2022) sekitar pukul 12.00 WIB. Dalam insiden tersebut, 4 orang mengalami luka luka. Sejumlah kendaraan dan warung masyarakat pun habis terbakar.

Diduga, terjadinya tragedi mencekam di lahan yang memang telah menjadi sengketa antara warga dan PT. BUK selama beberapa tahun itu, dipicu oleh aktivitas sekelompok orang dari pihak PT. BUK yang melakukan pengerokan tanah di lokasi Puncak 2000. Mengetahui adanya alat berat berupa excavator yang sedang beroperasi, beberapa warga desa Suka Maju langsung mendatangi lokasi. Mereka melarang operator agar kegiatan pengerokan lahan segera di hentikan.

Seorang saksi mata yang tidak mau disebut identitasnya menjelaskan kepada kru, bahwa awalnya larangan dari warga kepada sekelompok orang PT. BUK itu pun menjadi cekcok mulut antara mereka hingga menyebabkan keributan dan tragedi berdarah siang itu. ” Kami semua menjadi panik, karena hampir semua orang berteriak dan ada beberapa laki laki yang memegang senjata tajam. Asap pun tebal. Beberapa orang berteriak memanggil polisi untuk membantu tapi kemyataannya pak polisi malah lari menghindari, ” keluhnya.

Baca Juga :  Pasintel Kodim 0205/TK Obrak Abrik Markas Judi Yang Diduga Dibekingi Oknum TNI

Menurut Immanuel Elihu Tarigan SH. selaku pengacara warga desa Sukamaju, tiga orang warga desa Sukamaju korban yang mengalami luka – luka yaitu, Simon Ginting (45), Heri Randa Ginting (22) dan Tora Sitepu (23). Ketiga korban luka ini berasal dari desa Suka maju, kec.Tigapanah, kab. Karo. ” Tora Sitepu (23) sendiri terpaksa dilarikan ke RS. Adam Malik Medan karena mengalami luka yang cukup parah yang diduga akibat terkena hantaman benda tajam. Sementara korban atas nama Simon Ginting (45), Heri Randa Ginting (22) saat ini masih dirawat di RS. Efarina Etaham, Berastagi”, jelasnya saat dimintai keterangan oleh kru Kliktodaynews.com.

Elihu yang saat ini masih berada di Mapolres Tanah Karo, untuk dimintai keterangan oleh polisi atas laporan tindak pidana pemganiayaan yang diduga dilakukan oleh sekelompok orang dari pihak PT. BUK pun menjelaskan kembali kepada kru bahwa kejadian ini harus benar benar diusut tuntas oleh pihak yang berwenang. ” Pihak warga desa Sukamaju akan mendesak Kepolisian Resort Tanah Karo agar segera mengungkap pelaku tindak pidana penganiayaan yang dialami oleh para klien saya”, ujarnya.

” Selain 3 (tiga) orang warga yang menjadi korban tindak kekerasan, harta benda berupa 12 unit sepeda motor dan sebuah warung milik warga juga ikut dibakar. Selain itu dari keberingasan massa dari PT BUK ada juga 1(satu) unit mobil pick up jenis Jeep yang kaca depannya dipecahkan dan ke empat bannya kempes, sehingga warga mengalami kerugian yang ditafsir berjumlah ratusan juta rupiah,” ungkap Elihu lagi.

Baca Juga :  Gorong-gorong di Desa Ujung Aji ke Tiga Panah Ancam Keselamatan Pengendara

Pada hari kejadian, Kapolres Tanah Karo AKBP Ronny Nicolas Sidabutar saat dikonfirmasi oleh beberapa orang wartawan di kawasan Puncak 2000 mengatakan, “ mendapat laporan adanya pertikaian antar warga, personil gabungan dari polres tanah karo langsung berangkat menuju lokasi, tercatat ada 4(empat) orang korban luka-luka. 3(tiga) orang korban warga asal desa suka maju dan 1(satu) korban dari massa PT BUK yang saat ini sedang dirawat di rumah sakit. Sesaat pasca bentrokan situasi di TKP saat ini sudah kondusif, ” ujarnya.

” Terkait adanya tindak pidana kekerasan dan perusakan akan kita lakukan penyelidikan dan segera mengungkap siapa – siapa saja pihak yang terlibat. Kami himbau kepada masyarakat agar saling menjaga diri, jangan terprovokasi, agar terciptanya situasi Kamtibmas yang aman dan damai,” ucap Ronny.

Kru dan beberapa rekan pun bertandang ke Mapolres Karo untuk menanyakan kembali tentang situasi dan kondisi lokasi Puncak 2000 Siosar pasca tragedi berdarah tetapi satupun petugas belum ada yang bisa memberikan keterangan serta penjelasan kepada kami, Rabu (18/05/2022) sekira pukul 11.00 WIB. (wie/ktn)

Bagikan :