Komunitas TICC dan Parekraf Gelar Acara FGD Di Tik Coffee Shop Parapat

Tik Coffee Shop Huta Girsang 2 Kecamatan Girsang Sipanganbolon Kabupaten Simalungun, Jumat (15/01/2021).
Tik Coffee Shop Huta Girsang 2 Kecamatan Girsang Sipanganbolon Kabupaten Simalungun, Jumat (15/01/2021).
Bagikan :

Danau Toba – Kliktodaynews.com Berbagai unsur Komunitas yang ada di Kecamatan Girsang Sipanganbolon menuangkan ide dan gagasan melalui FGD (Forum Grup Discussion) yang di selenggarakan tim komunitas TICC (Tourism Indonesian Creative Community) di Tik Coffee Shop Huta Girsang 2 Kecamatan Girsang Sipanganbolon Kabupaten Simalungun, Jumat (15/01/2021).

FGD ini di adakan bertujuan untuk menyatukan aspirasi dan merumuskan langkah kedepan untuk saling bersinergi dan kolaborasi berbagai komunitas yang bergerak di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) agar lebih kreatif, inovatif serta bisa berdampak positif secara merata di wilayah Kecamatan Girsang Sipanganbolon khususnya dan Danau Toba umumnya.

Acara ini turut hadir mewakili Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Simalungun Zulpanudin Dalimunthe, Mewakili Camat Girsang Sipangan Bolon Rensi Manik, Lurah Girsang Boas Manik dan para utusan serta penanggung jawab dari berbagai komunitas/organisasi bidang parekraf (sanggar seni budaya dan tari, umkm, konten kreator, pemandu wisata, PHRI) yang ada di Kecamatan Girsang, Sipanganbolon.

Utusan Dinas Pariwisata Kabupaten Simalungun Zulpan Dalimunthe mengatakan terimakasih atas kegiatan FGD ini dan kami siap mendukung para pelaku dan komunitas yang ada demi membangun pariwisata di Daerah Kabupaten Simalungun.

“Dinas pariwisata siap bersinergi mendukung konsep dan rumusan positif yang bisa membangun pariwisata Danau Toba kedepannya,” imbuhnya.

Selanjutnya Camat Girsang Sipangan bolon yang diwakili Rensi Manik berterimakasih banyak kepada tim TICC yang telah mempelopori terobosan FGD ini hingga terciptanya rumusan yang bisa menyatukan para pelaku wisata dan komunitas serta organisasi yang ada dalam mendukung pariwisata Danau Toba.

“Terimakasih buat semangat dari para komunitas terlebih penggagas acara ini, kita berharap para komunitas yangbada dan kaum muda mampu menciptakan kreasi dan inovasi dalam semangat pariwisata khususnya daerah Parapat Danau Toba” harap Rensi dalam sambutannya.

Moderator FGD yang dibawakan oleh Harianto Sinaga, berharap bisa menampung aspirasi dari berbagai komunitas sehingga tertuang dalam pembahasan notulen berikut ini :

Baca Juga :  Kapolres Toba Gelar Apel Pasukan Operasi Patuh Toba 2020


Ketua TICC Wiki Syafril didampingi Sekretaris TICC Feri Ndraha berharap kepada komunitas pelaku wisata menyatukan visi misi agar Parapat bisa kembali menjadi destinasi utama bagi wisatawan dan mengembalikan kejayaan pariwisata yang pernah ada di Parapat.

“Kita harus ciptakan inovasi dan kreatifitas seperti membuat pertunjukan sanggar seni yg terjadwal untuk dikoneksikan kepada travel agen dan promo teknologi digital 4.0, pasar jajanan dan souvenir yang tertata (food/souvenir state), menggali potensi tempat wisata yg belum terangkat serta menjaga kelestarian daerah wisata yang telah eksis”

Hal senada juga di sampaikan Corry Panjaitan Mewakili Geopark sekaligus penanggungjawab komunitas sanggar seni Dolok Sipiak, mengungkapkan dengan adanya 2 Geosite di kabupaten Simalungun (Haranggaol dan Sibaganding) tim telah merencanakan membentuk geotrail di dua geosite. Selanjutnya berharap kepada seluruh pelaku wisata dan komunitas wisata bisa satu hati dalam rasa kepedulian (sense of belonging)

Mewakili Karang Taruna Girsang Sipanganbolon mempunyai rencana untuk membentuk Desa wisata dengan menggali potensi pemuda setenpat yang masih belum kreatif, membuat pembinaan (diklat) untuk pemuda tentang pariwisata serta berencana membentuk sanggar tari.

Mewakili PHRI & YPDT Vera Situmorang, berharap stakehokder dan pemerintah memberikan prioritas tentang kebersihan di Parapat terutama masalah Sampah yang belum memiliki TPA (Tempat Pembuangan Akhir) dan berharap pemerintah yang akan datang lebih peka terhadap kebersihan di daerah wisata.

Dari pemerintah setempat Lurah Girsang Boas Manik, berharap agar dibentuk tim khusus untuk kebersihan yang di berasal dari tim berbagai komunitas yang ada di Parapat dengan menyusun sistem kerja agar saling menguntungkan sesama pelaku usaha wisata/komunitas dan bergandengan tangan dengan pemerintah.

Perwakilan dari UMKM Girsang Sipangan bolon Harki Sinaga, mengatakan Parapat masih dominan pelaku UMKM berdagang dan saat ini UMKM kreatif yang menghasilkan produk masih minim, untuk itu berharap kepada pemerintah memfasilitasi para umkm agar bisa menghasilkan produk sendiri seperti oleh oleh dan kerajinan tangan, Parapat memerlukan penataan lokasi dan data UMKM, Warga/AUMKM membutuhkan informasi yang merata, transparan dan langsung dari pemerintah terkait UMKM agar warga Parapat tidak ketinggalan informasi.
Baca Juga :  Kapolres Tobasa AKBP Akala Fikta Jaya S.IK. Gelar Apel Perdana di Halaman Mapolres Tobasa


Mewakili team konten creator dan IT Andre dan Andri meminta kepada stakeholder pariwisata khususnya dinas pariwisata Simalungun agar bisa agresif mencanangkan promosi pariwisata secara digital terutama media dan medsos, harus ada tagline/slogan, ada hastag, kalender of event, promosi digital destinasi wisata di Simalungun.

Desmon Rumahorbo sebagai tim IT dan UMKM berharap ada kolaborasi dan sinergy dari rencana yang telah di gagas Sebelumnya, termasuk aplikasi umkm online, aplikasi info wisata (Toba Klik), pemberdayaan SDM digital warga dan rencana penanggulangan sampah melalui Bank sampah yang masih terkendala dengan tidak adanya lahan dan lokasi Bank Sampah, selanjutnya berharap kepada dinas pariwisata Simalungun bisa mengembangkan informasi digital kedepannya dengan menggandeng para anak anak muda yang memiliki talent dan pengetahuan tentang digital 4.0.

Dari beberapa poin dan rumusan yang disampaikan peserta diatas, selaku moderator Harianto Sinaga didampingi sekretaris TICC mengatakan hasil FGD ini akan di tuangkan sebagai bahan untuk laporan kepada tingkat pemerintah yang menaungi parekraf termasuk dinas pariwisata Kabupaten, Provinsi dan Kementrian.

FGD yang berlangsung singkat dan padat selama tiga jam ini, Harianto sebagai moderator mengangkat tema FGD dengan nuansa manajemen cinta atau dari hati kehati sehingga bisa tercurah apa rumusan atau keluh kesah dari berbagai komunitas selama ini untuk bisa bersatu membentuk visi misi tanpa di lihat dari latar belakang atau komunitas asal peserta.( DNM/KTN )

Bagikan :