Dinilai Tidak Mampu, Management PTPN 4 di Desak melakukan Evaluasi Manajer Unit Bah Birong Ulu

Saat kru media lakukan investigasi di Perkebunan PTPN 4 Afdeling 1 Unit Bah Birung Ulu
Saat kru media lakukan investigasi di Perkebunan PTPN 4 Afdeling 1 Unit Bah Birung Ulu
Bagikan :
Buah Restan tampak Bonggol Sudah Layu

Simalungun – Kliktodaynews.com DINILAI tidak mampu bekerja dalam penerapan Program SIPro (Sinergi Integritas dan Profesional) PTPN 4, jajaran manajemen dalam hal ini Direktur Utama Sucipto Prayitno, SEVP OPS 1 Rizal H Damanik dan GM Distrik I Jimmy L W Silalahi, di desak secepatnya melakukan evaluasi kinerja oknum Manajer Unit Bah Birung Ulu beserta jajarannya

Desakan ini sesuai dan bersamaan dengan informasi diperoleh awak media ini dalam investigasi kelapangan, Kamis (14/01/2021) sekira pukul 14:30 WIB, nenenukan kondisi jalan penghubung dan jalan produksi ditengah perkebunan PTPN 4 Unit Bah Birung Ulu, sebagian besar rusak berat dan sangat parah serta berlumpur.

Akibat kondisi ini, mengakibatkan jalan penghubung susah dilalui kenderaan roda 2, 4 dan roda 6, padahal  jalan jalan tersebut merupakan lintasan yang dilalui oleh para pekerja setiap harinya untuk melakukan aktivitas di areal perkebunan.

Seperti jalan poros antara kantor besar menuju afdeling 1, tepatnya 200 meter dari kantor Manajer Unit, sepanjang 50 meter sangat berlumpur dan licin, bahkan untuk kendaraan roda 2 saat melintas harus melalui titi kecil yang sengaja dibuat  melewati parit. Lalu setelah berkelok diantara pohon kelapa sawit maka akan kembali ke jalan poros.

Salah satu warga ketika melintas coba diminta komentarnya terkait jalan tersebut mengaku tidak berani berbicara banyak lantaran masih berstatus pekerja di perkebunan tersebut

“Weleh pak, belum seberapa ini. Di atas lebih ngeri, tapi mana berani awak berkomentar tentang kinerja para pembesar itu, bisa di pecat awak”,Celotehnya buru buru berlalu seperti takut ditanya lebih detail

Penasaran. kru media ini coba mengarah ke jalan yang dihunjuk warga tersebut. Benar, tidak jauh dari kantor Afdeling 1, tepatnya disekitar Blok 05 N,sekitar 150 meter jalan tampak sudah tidak mungkin lagi dilalui oleh kendraan, baik itu roda 2, 4, bahkan roda 6. Selain menukik jalan juga sangat licin dan berlubang. Tampak sisa sisa jejak lintasan kendraan roda 6 yang sudah sangat dalam dan menghitam karena berlumpur.

Baca Juga :  Spesialis Pembongkar Rumah, Ucok Sihombing Ditangkap Polsek Perdagangan


Melihat kondisi jalan yang sangat hancur, di duga terjadi pembiaran oleh pihak menager unit kebun Bah Birung Ulu.

Menurut kru media ini, jika memang pihak perkebunan berniat memperbaiki jalan tersebut cukup hanya menggali parit kecil di sisi kiri dan kanan agar air bisa mengalir dan tidak mengendap di badan jalan ketika musim penghujan,

Padahal, jalan tersebut merupakan penunjang sangat vital dalam percepatan pengangkutan TBS (Tandan Buah Segar) dari perkebunan menuju PKS (Pabrik Kelapa Sawit), ini justru tidak bisa dipergunakan, padahal manajemen PTPN 4 pasti telah menggelontorkan anggaran yang besar untuk perawatan jalan disetiap wilayahnya.

Tidak berselang lama, asisten Afdeling 1 Hendrik Bangun tiba dilokasi.Saat di konfirmasi terkait kondisi jalan, Hendrik mengaku masih dua minggu menjabat, jadi belum mampu berbuat banyak,

“masih dua minggu saya di sini pak,gimanalah, sebelum saya disini juga jalan ini sudah begini (artinya jalan rusak sudah berlangsung agak lama),makanya agak pening juga Pak. Soalnya buah jadi restan restan aja,karena memang Truck pengangkut buah milik vendor susah masuk diwilayah sini. Tapi saya sudah mengusulkan kepada perusahaan agar jalan diberi batu yang nantinya bisa kami pasang Pak”,Katanya.
Baca Juga :  Lakalantas Mobil AVP Kontra Sepeda Motor, Seorang Pria Tewas Lainnya Luka Luka


Pantauan disekitar lokasi, banyak TBS yang belum terangkut di beberapa titik.di duga buah sawit sudah bermalam karena tampak bonggol kelapa sawit sudah sangat layu ditambah berondolan yang berjatuhan dari janjangan disekitarnya “Kondisi ini tentu terjadi akibat terhambatnya transportasi. Jika hal itu terus berlangsung pastinya PTPN 4 akan mengalami kerugian besar.

Karena, bila produksi terhambat atau tidak dilakukan pengolahan dalam waktu 24 Jam, maka berdampak menurunya persentase Rendemen minyak kelapa sawit mentah/Crude Palm Oil (CPO) dan maningkatnya kadar air pada kelapa sawit itu sendiri,

Hal itu dikarenakan pada janjangan kelapa sawit telah terbentuk  Asam Lemak Bebas atau Free Carry Acif (FFA) ketika proses pemanenan dan pengangkutan yang mampu menurunkan kualitas minyak.

Dilain sisi, jalan menuju afdeling 2 dan 3 serta Huta Urung juga hampir mengalami hal yang sama. Kondisi jalan bebatuan, berlumpur dan berlobang sudah jadi santapan biasa bagi warga dan karyawan PTPN 4 setiap harinya ketika akan melakukan aktivitas.

Sangat disayangkan. Ketika hal ini coba dikonfirmasi dan klarifikasi kepada Manajer Unit Bah Birung Ulu via pesan WhatShap, Adi Rahmat tidak memberikan respon meski tampak pesan sudah Cheklis dua dan Whatshapnya sedang Online.

Atas kondisi ini, Manajemen perkebunan PTPN 4 yang merupakan anak perusahaan Holding di desak mengevaluasi kinerja manajer Unit Bah Birung Ulu termasuk jajarannya, karena dinilai tidak cepat tanggap atas kerugian yang sedang terjadi.

Hingga berita ini dilayangkan kemeja redaksi, Rahmat belum juga memberikan Klarifikasinya (SAP/KTN)

Bagikan :