Mengaku Korban Perkosaan, Ibu Letakkan Bayi 3 Bulan di Di Pintu Rumah Warga

Bayi ditemukan didepan rumah warga Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Kamis (5/3/2020) sekira pukul 20.15 Wib.
Bayi ditemukan didepan rumah warga Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Kamis (5/3/2020) sekira pukul 20.15 Wib.
Bagikan :

TAPANULI UTARA-KLIKTODAYNEWS HEBOH. Warga gempar atas penemuan bayi di samping warga di wilayah dusun Sitio tio Simpang Hutabagasan desa Paniaran Kecamatan Siborong borong Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Kamis (5/3/2020) sekira pukul 20.15 Wib.

Kapolres Tapanuli Utara AKBP Horas Marasi Silaen SPsi. MPsi melalui Kapolsek Siborong borong dalam rilis yang diteruskan Kasubbag Humas Polres Taput AIPTU Walpon Baringbing SH menjelaskan kronologi penemuan bayi laki laki terbedung rapi dengan selembar kain gendong di pintu dapur samping kanan rumah warga.

Adalah, Marsaulina boru Nababan (52) warga dusun Sitiotio Simpang Hutabagasan desa Paniaran Kecamatan Siborongborong Kabupaten Tapanuli Utara yang terkejut bukan main demi melihat ada benda bergerak gerak.

Malam itu Marsaulina hendak membuang sampah ke belakang. Namun tanpa sengaja meihat seonggok kain yang bergerak gerak diselingi tangis kecil. Penasaran, dia mendekati dan memeriksa. Spontan dia merinding dan menjerit memanggil tetangga yang selanjutnya meneruskan ke Polsek Siborongborong.

Dipimpin IPTU Hutagalung personil Sat Reskrim Polsek Siborongborong tiba mengamankan lokasi penemuan dan langsung membawa bayi berusia 3 bulan itu ke Puskesmas Paniaran untuk perawatan

Baca Juga :  Bupati Taput Tanam Perdana 1.000 Pohon Aren


Pihak kepolisian menginterogasi saksi penemu, Marsaulina boru Nababan mengatakan, setelah diperiksa nya, dia menemukan kantung plastik warna hitam berisi selembar kertas, botol susu dan perlengkapan bayi.

Selembar kertas ternyata berupa surat berisi pesan di duga di tulis ibu kandung bayi.

_”Bapak/ibu yang menemukan bayi ini, saya minta tolong, tolong rawat bayi saya. Saya tidak bisa mengasuh nya, karena saya hidup sebatang kara. Saya hanyalah seorang korban perkosaan orang jahat yang tak mau bertanggung jawab atas perlakuan nya dan juga saya tidak kenal sama dia.

Saya tidak mampu mengasuh bayi ini, karena saya tidak kerja apa apa. Selain meminta-minta , saya juga gak punya tempat tinggal. Saya mau masukkan bayi ini ke panti asuhan tapi tidak di terima karena saya tidak punya data diri.

Saya tidak punya KTP, tak punya kartu keluarga juga.

Sekali lagi tolong asuh anak saya ini karena saya benar-banar tidak mampu. Saya sayang sama bayi ini saya tidak mau membuat dia hidup menderita dengan saya. Sekarang dia lagi sakit lihat kepalanya.
Baca Juga :  Sambut Kunjungan Menparekeraf, Kapolres Taput: "Kita Sukseskan Program Pemerintah Pusat"


Bayi ini lahir tanggal 27/12/2019

Nama nya Maildan azka

Agamanya Islam”_ Demikian isi pesan.

Saat ini, bayi tersebut masih di rawat di Puskesmas Paniaran. Kita sudah berkordinasi dengan Dinas Sosial Pemkab Taput untuk perawatan bayi kedepannya. Orang tua bayi masih dalam penyelidikan dan pencarian. Sebut Humas.

Dikatakan Humas lagi. Dari isi tulisan ini, ada dugaan, memang orang tua nya tidak sanggup untuk mengurus bayi tersebut. Di duga karena faktor kesulitan ekonomi. (ALDY/KTN)

Bagikan :