Bupati Taput Rapat Khusus Terkait Kematian Hewan Peliharaan Secara Misterius

Bagikan :

Tapanuli Utara-Kliktodaynews.com Menyikapi kematian hewan peliharaan secara misterius di Kecamatan Siborong-borong yang saat ini lagi viral di Media Sosial, Bupati Taput mencoba mencari keterangan yang sebenar-benarnya dengan menggelar rapat khusus bersama tim yang terdiri dari Dandim 0210/TU Letkol Czi Agus Widodo, Wakapolres Taput Muhmin Rambe, Tim BKSDA, tim pemburu binatang, Dinas Lingkungan Hidup Taput, Camat Siborongborong dan Kepala Desa Pohan Tonga, bertempat di Sopo Rakyat Kanopi Rumah Dinas Bupati, Tarutung (Selasa, 23/06).

Dari hasil rapat, pihak BKSDA (Balai Koservasi Sumber Daya Alam) Manigor Lumbantoruan. SP, Kasi Wilayah IV Tarutung menyampaikan bahwa sampai saat ini belum bisa membuat kesimpulan apa itu ulah binatang atau tidak. “Apabila kita teliti bekas luka yang ada dalam foto-foto binatang yang jadi korban tersebut, seperti ada kemungkinan seperti bekas benda tajam, tapi itupun belum bisa kita simpulkan karena hanya foto yang kita analisa. Bangkai binatang tersebut sudah sempat dikuburkan dan jejak kaki dan cakaran tidak jelas lagi, sudah kena hujan dan jejak kaki yang lain,” ujar Manigor mengakhiri.

Baca Juga :  7 Orang Pengisap Ganja Ditangkap Tim Patroli Covid 19


Dalam kesempatan itu, Bupati Taput mengumpulkan berbagai keterangan dan Kapolsek Siborongborong B. Silalahi dalam kesempatan itu, berdasarkan keterangan dari lapangan bahwa sebenarnya ini sudah terjadi beberapa tahun berturut-turut, sejak tahun 2017, 2018 dan 2019 yakni binatang bebek, entok dan angsa.

“Saya tegaskan penelitian dan perburuan tetap dilakukan dan tetap menjaga keamanan dan ketentraman masyarakat, jangan menimbulkan keresahan masyarakat lagi karena saat ini masyarakat sudah mulai resah. Pihak Polres dan Kodim tetap melakukan patroli untuk menjamin keamanan masyarakat dan pihak BKSDA untuk tetap koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Muspika,” ujar Bupati mengawali.

Selanjutnya Bupati menyampaikan bahwa saat ini telah dilakukan jebakan untuk binatang tersebut dengan membuat umpan dan memasang CCTV di lokasi-lokasi yang strategis. “Apabila ditemukan lagi binatang yang menjadi korban agar segera dilaporkan kepada pihak berwajib, dibawa ke rumah sakit untuk segera diautopsi sehingga diketahui penyebabnya, apakah bekas sayatan benda tajam atau oleh binatang buas,” ujar Bupati menambahkan.

“Saya juga menghimbau jangan sembarang memposting berita yang meresahkan masyarakat. Kita teliti dan selidiki dulu sehingga didapatkan penyebab yang pasti. Segala kemungkinan harus kita teliti sehingga dapat informasi yang pasti. Dengan demikian, masyarakat akan bisa kembali bekerja di ladang masing masing dengan tenang,” ujar Bupati pada akhir rapat tersebut.(RED/KTN)
Baca Juga :  Bupati Taput : Misteri Penghisap Darah Ternak Di Pohan Tonga, Jangan Kaitkan Dengan Mistik

Bagikan :