Pj Bupati Larang Jurnalis Meliput Acara di GOR Pandan

Bagikan :

Tapanuli Tengah, Kliktodaynew.Com|| Kepala Perwakilan Media Global Indonesia, Tao Junjungan Sianipar sangat menyayangkan sikap Pj Bupati Kabupaten Tapanuli Tengah, Dr.Sugeng Riyanta melarang Wartawan meliput kegiatan Bupati. Hal tersebut disampaikan kepada Anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) yang menjaga pintu masuk  GOR, Kata Tao Junjungan Sianipar menirukan keterangan Rossi Simatupang  pada Rabu (29/11/2023).

Pelarangan peliputan itu dilakukan sesuai pengakuan anggota Sat Pol PP yang bertugas di depan pintu masuk GOR, lantas saya menyakini larangan itu sudah barang tentu atas perintah pimpinan dan tidak mungkin seorang anggota berani bertindak bila tidak ada perintah pimpinan”, ujar Tao tegas.

Kehadiran empat Wartawati diantaranya, Rossi Hutabarat, Lasma Simangunsong, Jumiati Simatupang, Engel Nasution saat akan melakukan tugas awak media untuk meliput kegiatan Pj Bupati Tapteng.

Dimana disaat akan masuk ke gedung Serbaguna, untuk meliput pertemuan Pj Bupati Tapteng dengan seluruh jajaran Kepala Desa dan Camat. Saat sejumlah awak media yang sudah hadir berkumpul ingin masuk meliput acara, tiba-tiba personel Satpol PP yang berjaga di pintu masuk langsung melarang”, tutup Tao.

Sementara Rosi Hutabarat selaku Wartawati yang ikut dilarang meliput kegiatan Pj Bupati Tapteng dalam keterangan Persnya menyebutkan, ” kami dilarang masuk, kita diminta menunjukkan surat undangan,” kata Rosi Hutabarat, yang diamini beberapa wartawati lainnya.

Anehnya sambung Rosi, pengakuan personel Satpol PP yang melakukan pelarangan masuk awak media merupakan arahan Pj Bupati Sugeng Riyanta” .

Namun saat dicegat awak media di pintu keluar gedung Serbaguna Pandan, Sugeng Riyanta mengaku jika pertemuan tersebut sifatnya terbuka.

Terlihat, mimik wajah mantan Wakajati Babel tersebut terkejut, saat sejumlah wartawati mengaku tidak diperbolehkan masuk untuk melakukan peliputan. Ia juga mengaku jika pertemuan dengan Kepala Desa, Camat, Kepala Puskesmas, dan penyuluh itu adalah untuk menekankan netralitas aparatur pemerintahan dalam Pemilu 2024.

“Saya mohon maaf. Seharusnya jika sudah mengaku dari wartawan, ya dipersilahkan masuk. Kedepan akan kita perbaiki,” tutup Sugeng.(HP).

 

Bagikan :