Sunardi Melapor ke Polsek Bosar Maligas, Data BLT dan BST di Manipulasi

Bagikan :

Bosar Maligas-Kliktodaynews.com Merasa kecewa tidak mendapatkan  Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa, Sunardi (35) Warga Huta I Nagori Boluk Kecamatan Bosar Maligas Kabupaten Simalungun, melaporkan Pemerintahan Nagori Boluk ke Polsek Bosar Maligas. Padahal Sunardi terdaftar sebagai penerima bantuan yang terdampak Covid-19 sesuai dengan nomor NIK 120808010685xxxx. Akan tetapi pada saat BLT keluar, ia tidak mendapatkan dana  bantuan tersebut.

Informasi yang didapatnya, dia digantikan oleh orang lain, yang sudah jelas namanya tidak terdaftar penerima bantuan BLT.

Ia, melapor ke Polsek Bosar Maligas didampingi oleh Wakil Ketua Maujana Nagori Boluk Rsp Br Purba dan ikut menjadi saksi dari Sunardi yakni Nurmah Br.Sembiring selaku mantan Pangulu dan Ana Br.Purba.

Rps Br Purba, Rabu (17/6/2019) sekira pukul 13.00 Wib, mengatakan benar mendampingi Sunardi untuk membuat laporan ke Polisi.

Menurutnya, pembagian BLT dan BST banyak menimbulkan masalah, terutama masalah data penerima bantuan tidak singkron dengan data penerima, sehingga terjadi masalah. yang seharusnya nama penerima bantuan yang mendapatkan, namun kenyataannnya  tidak mendapat bantuan BLT itu.

Baca Juga :  Wartawan Dilarang Meliput Debat Publik Paslon Bupati Simalungun


Masih katanya, bahwa ada juga warga yang mendapatkan bantuan BLT dan BST, seperti Edi Purnomo warga Huta III yang mendapat bantuan ganda. Hal yang seperti ini tidak diperbolehkan, sepertinya dalam pengisian data penerima seperti terkesan disengaja.

Ia juga mengatakan jauh sebelumnya dana bantuan disalurkan data ini harus diverifikasi dikantor Camat. Begitu  juga Camat sering kali mengingatkan agar tidak terjadi kesalahan dalam pengisian data atau data ganda terhadap orang yang berhak mendapatkan bantuan.

Namun nyatanya berbanding terbalik, ketika bantuan dana disalurkan alhasil tidak tepat sasaran, seperti halnya Sumarni yang merupakan orang tua dari Gamot, sehingga menuai protes akhirnya dialihkan kepada orang lain. Namun hingga kini pengalihan nama tidak tahu kepada siapa dialihkan. Dan ketika  persoalan ini mendapat protes dari warga, dengan mudahnya dan gampangnya mengatakan bahwa nama tersebut salah ketik, Padahal jumlah penerima BLT sebanyak 111 KK dan penerima BST 91 KK, ucapnya.

Gamot Huta I Nagori Boluk E. Susanto, dikonfirmasi melalui via seluler mengatakan, bahwa data penerima bantuan sudah sesuai dengan orang yang menerima,”kalaupun terjadi itu , mungkin kaur salah mengetik data,”katanya.(PGRB/KTN)
Baca Juga :  Pupuk Subsidi Langka, DPRD Simalungun Sidak Ke Kios Pupuk

 
Bagikan :