Proyek DD 2020 Talun Rejo, Belum Sewindu Sudah Retak

Bagikan :
Waktu sedang pengerjaan

Pematangbandar-Kliktodaynews.com Dikarenakan mengesampingkan kualitas dan lebih mengutamakan keuntungan, akhirnya berdampak terhadap hasil pekerjaan. Hal ini terjadi dijalan Pramuka Huta III, Nagori Talun Rejo, Kecamatan Pematang Bandar, Kabupaten Simalungun. pembangunan rabat beton sepanjang 150 meter, belum genap satu minggu sudah terjadi keretakan (Patah).

Penyebabnya diduga minimnya material yang dipergunakan saat melakukan pekerjaan. Sehingga berdampak buruk terhadap kualitas yang sudah dikerjakan. Karena untuk pengunaan anggaran dana desa tentang kualitas sepertinya tidak pernah menjadi acuan atau pedoman. Dalam pengertian yang terpenting pekerjaan dilakukan asal tidak fiktip.

Adanya pengerjaan yang dianggap sudah tidak sesuai juklak dan juknis pembangunan rabat beton tersebut.  Kamis (7/5/2020) sekira pukul 11.00 Wib Divisi Advokasi LRR Simalungun J. Sinaga menuding Pangulu Talun Rejo Waris telah melakukan pembohongan publik. Seharusnya tim pelaksana kegiatan (TPK) dibekali petunjuk teknis dan RAB yang akan dikerjakan. Dan dipercayakan penuh untuk melakukan pembangunan yang ada di nagori tersebut. Namun kenyataan dilapangan Suyot selaku TPK dan sekaligus Gamot dirinya sama sekali tidak mengetahui tentang pengerjaan rabat beton tersebut. Jadi dalam hal ini TPK hanya sebagai pelengkap saja dalam adminitrasi semata.

Baca Juga :  DUA PELAJAR,KURIR DAN BANDAR NARKOBA DIRINGKUS POLSEK PERDAGANGAN


“Padahal seharusnya TPK yang memegang Rancangan Anggaran Biaya (RAB) agar mengetahui berapa kebutuhan material untuk sebuah proyek. kemudian TPK dapat memerintakan kepala tukang terkait campuran material yang digunakan .untuk pekerjaan ini TPK sama sekali hanya fromalitas, yang terjadi Pangalu yang memegang dan pekerjaan tidak memiliki kepala tukang,” kata Sinaga.

Material batu pecah yang digunakan untuk pengerjaan proyek DD tersebut berukuran 2,50 m x 150 m x 0,15 cm sebanyak 40 ton batu pecah. dugaan kita itu tidak mencukupi sehingga terlihat hasil pengerjaan sekarang sudah mengalami retak/pecah dibeberapa titik. sementara kondisi jalan belum dilalui kenderaan roda 4(empat).

Warga sekitar K.Damanik, mengungkapkan “ibarat ungkapan tanaman baru dalam penyemaian bibit sudah rusak akibat hama, Sehingga ketika tanaman akan dipanen hasilnya tidak sesuai yang harapan,” Rabat beton yang diharapkan oleh masyarakat luas agar bisa bertahan hingga sampai kepada generasi lanjut, bukan cuman sekedar dikerjakan semata.ujar Manik.(MAN/KTN)

     Keterangan poto sebelum dan sesudah

Bagikan :