Polisi Sibuk Penanganan Covid-19, SN Sibuk Operasi Togel di Simalungun

Ilustrasi judi tebak angka
Bagikan :

Simalungun-Kliktodaynews Ditengah sibuknya Pemerintah menghadapi bencana nasional Covid-19, baik sosialisasi, himbauan untuk mengantisipasi Corona Virus Disease (Covid-19). Bandar togel SN diduga terkenal mampu mengamankan oknum aparat dalam mengembangkan judi tebak angkanya di Simalungun, justru sibuk menfungsikan kembali para penulis serta kordinator-kordinatornya di lapangan khususnya Tanah Jawa, Kecamatan Bandar, Pematang Bandar dan Balata.

Judi tebak angka yang sempat diberantas habis oleh Polres Simalungun, sesuai instruksi Kapolda Sumatera Utara, membuat beberapa bandar Judi tebak angka baik kelas besar, kecil terpaksa tutup sementara bahkan ada gulung tikar.

Namun, berbeda dengan SN beberapa minggu terakhir kembali mengaktifkan para kaki tangannya serta diduga ada oknum polisi sengaja menghimbau jika tidak setor ke SN maka, maka akan ditangkap. hal ini terjadi di Tanah jawa dan Perdagangan.

Informasi dihimpun, Para kaki tangan tersebut wilayah untuk Tanah Jawa Sekitarnya diduga Pak Siahaan (Pekan Tanah Jawa), Dikki Silalahi (Hutabayu), Donni Samosir (Hutabayu), Pak Sinaga (Hatonduhan), Itteng Manurung (Hutabayu), Nainggolan Salopsop (Bosar Gulugur)

Baca Juga :  Warga Sinaksak Protes Pembuatan Portal oleh PJKA


Untuk, wilayah simalungun bawah Kempes Simanjuntak (Pematang Bandar), Danru Siregar (Pematang Bandar), Sudung Nainggolan (Bandar). Bantah sinaga (Bandar Huluan), Bobo Babayu (Pematang Bandar).Hakim sinaga (Bandar), Baholo Simp Kalvin (Bandar), Roy Hutabarat (Pematang Bandar).Tiar Rawa Bening (Bandar), Pak Silaen (Bandar).

Kepala Polisi Daerah Sumatera Utara Irjen Pol Martuani Sormin, dimintai pernyataannya terkait hal ini. Kamis (16/4/2020) sekira pukul 15.36 Wib melalui WhatsApp nya belum bersedia memberikan keterangan.

Terpisah tokoh Muda Sumatera Utara sekaligus pengacara Thomas Jafferson Tarigan, SH dihari yang sama memberikan komentar terkait jejaring Judi tebak angka tersebut.

” saya pikir ini adalah penyakit masyarakat yang susah payah pihak kepolisian memberantasnya. namun, ditengah bencana nasional wabah covid-19 saat ini. ada, salah satu bandar mengambil momen dalam mengembangkan bisnis hitam ini saya pikir, pihak Poldasu sudah selayaknya menurunkan tim buser Polda Stay di Siantar-Simalungun selama 1 atau 2 minggu berantas habis. sehingga tidak terkesan cuap-cuap” jelas mantan aktifis 98 Sumatera Utara ini.(RED/KTN)

Bagikan :