Niat Ambil Alat Pemancing Ikan, Tubuh Dirman Terseret Arus Sungai Bahapal

Keterangan Photo : Upaya Tim Gabungan Lakukan Pencarian Dirman, Korban Hanyut Terseret Luapan Arus Sungai Bahapal, Kecamatan Bandar Huluan, Kabupaten Simalungun, Selasa (31/12/2019) Sekira Pukul 08.00 Wib.
Keterangan Photo : Upaya Tim Gabungan Lakukan Pencarian Dirman, Korban Hanyut Terseret Luapan Arus Sungai Bahapal, Kecamatan Bandar Huluan, Kabupaten Simalungun, Selasa (31/12/2019) Sekira Pukul 08.00 Wib.
Bagikan :

Simalungun-Kliktodaynews.com Seorang pria diketahui bernama Dirman Pulungan (18), warga Huta Tapak Kuda, Nagori Gunung Serawan, Kecamatan Bandar Masilam, Kabupaten Simalungun telah dikabarkan hanyut terbawa luapan air sungai. 

Informasi dihimpun peristiwa ini terjadi di aliran Sungai Bahapal, tepatnya Huta Lamidor, Nagori Tanjung Hataran, Kecamatan Bandar Huluan, Minggu (29/12/2019) sekira pukul 08.00 Wib.

Kejadian berawal kebersamaan Dirman Pulungan, Andika Pulungan (17) dan Pandi (18) berangkat menuju ke aliran Sungai Bahapal hendak mengangkat tawot (alat pemancing ikan) yang sehari sebelumnya telah dipasang oleh ketiganya di sekitar sungai.

Setibanya di lokasi, ketiga pria ini berenang menyeberangi sungai untuk mengambil kembali tawot atau alat pemancing ikan yang terpasang di sungai. Naas, disaat berenang tak terduga arus sungai saat itu meluap akhirnya menyeret dan menghanyutkan tubuh Dirman Pulungan.

Kedua rekan korban yang menyaksikan tubuh Dirman terseret derasnya luapan air sungai tak mampu berbuat apa apa. Selanjutnya kedua rekan korban meyampaikan kabar kepada warga sekitar atas kejadian Dirman yang terseret arus sungai.

Baca Juga :  Tumbur Napitupulu SE Harapan Baru Bagi Masyarakat Silau Kahean-Simalungun


Seketika masyarakat heboh atas kejadian yang menimpa korban, tanggap atas kejadian ini Pangulu Nagori Gunung Serawan Benyamin Damanik tiba di lokasi bersamaan dengan kehadiran personel Polsek Perdagangan.

Personil Polsek Perdagangan, pihak Nagori dan warga setempat berupaya mencari keberadaan korban melakukan penyisiran di sungai Bahapal. Namun, dengan kemampuan yang terbatas korban belum berhasil ditemukan hingga malam harinya. Upaya pencarian korban dihentikan sementara waktu dikarenakan kondisi tidak lagi mendukung.

Keesokan harinya, pada Senin pagi (30/12/2019) setelah sebelumnya dihubungi Tim Basarnas tiba di lokasi bersama dengan warga, personil Polsek Perdagangan dan pihak pemerintahan Nagori Gunung Serawan kembali melanjutkan upaya pencarian terhadap korban.

Kapolsek Perdagangan AKP Supendi SH, MH menerangkan bahwa hari ini Selasa (31/12/2019) sejak pagi hari kembali melanjutkan pencarian terhadap korban bersama Tim Gabungan Personel Polsek Perdagangan, Koramil Perdagangan beserta Tim Basarnas bersama masyarakat kembali melakukan upaya untuk menemukan korban.

“Pada hari Senin sore kita hentikan pencarian dikarenakan cuaca yang tidak mendukung, hujan deras,” terang Kapolsek Perdagangan melalui pesan Aplikasi Whatsapp.
Baca Juga :  MIRIS, DI USIA UZUR DUDA SUMANTO HARUS MENGURUS DUA ANAKNYA. KAPOLRES SIMALUNGUN DATANG MEMBERI TALI ASIH


Selanjutnya, upaya menemukan korban yang hanyut tersebut dilanjutkan pada Selasa pagi (31/12/2019) sekira pukul 08.00 Wib bersama Tim Gabungan mulai dari titik awal lokasi korban hanyut.

“Pagi ini kita bersama Tim melanjutkan pemcarian korban yang hanyut sejak hari Minggu pagi kemarin. Kita mulai kembali menyisiri aliran sungai dimulai kembali dari lokasi awal korban terseret arus sungai,” jelas AKP Supendi SH, MH mengakhiri. (RY/KTN)

Bagikan :