LRR Desak Dirut PN4 Usut Pengupahan BHL Tidak Manusiawi dan Tangkap Mandor Kebun Lecehkan Wartawan

Bagikan :

Sidamanik-Kliktodaynews.com|| Lembaga Swadaya Masyarakat Lingkar Rumah Rakyat Indonesia Kabupaten Simalungun surati Polres Simalungun, Dirut PTPN 4, SPI, Menteri BUMN dan DPR RI bidang perkebunan. Terkait pengancaman pihak perkebunan melalui Mandor Besar Kebun Sidamanik kepada seorang jurnalis dengan mengatakan “kamu memilih keluarga atau profesi”, serta menawarkan cara mendapatkan uang di kebun dengan cara curang.

Untuk mengusut ini, Direktur LRR Simalungun Joel Sinaga Kamis(15/7/2021) mengatakan telah mengirim surat ke Polres Simalungun untuk mengusut ancaman tersebut, dengan bukti rekaman serta menyurati SPI serta Dirut untuk segera memeriksa unit kebun Sidamanik terkhusus Mandor Martiba Simarmata, sebab diduga memiliki kelakuan melakukan pekerjaan curang seperti yang ditawarkannya ke jurnalis yang diancamnya.

“Kita mendesak segera memanggil bila perlu tangkap Mandor besar Simarmata sebab diduga lecehkan profesi jurnalis, dan meminta evaluasi Manager Unit diduga komplotan terlibat dalam kasus penggajian BHL tidak manusiawi. Kita tunggu SPI turun dan balasan Menteri BUMN terkait hal ini”, katanya.

Mandor Besar Martimba Simarmata dikonfirmasi tidak memberikan jawaban, sama halnya dengan Asisten Afd III juga tidak menjawab.

Baca Juga :  Temuan Mayat di Aliran Sungai Bah Bolon Dolok Sinumbah, Ini Kronologinya

Manager Unit Kebun Sidamanik belum memberikan keterangan resmi terkait hal ini.

Sebelumnya diberitakan, Kebun Sidamanik membayar puluhan buruh BHL dengan upah  175 rupiah dan Mandor ancam jurnalis serta menawarkan sejumlah uang dengan jalur culas dari dalam kebun.

Terpisah

Beberapa oknum mengaku Wartawan dan LSM coba intimidasi lewat Media Sosial terkait pemberitaan tersebut. Mengatakan “ini cess kta jurnalis ku tapi aku punya etika ga pernah kampungku ku angkat berita yg tidak baik” sambil mengirim gambar kartunya yang tidak ada dalam daftar dewan pers.

Reporter : J. Sitanggang

Bagikan :