Seorang Tenaga Medis Warga Serdang Bedagai Terinfeksi Covid-19

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sergai Drs. H. Akmal, AP, M.Si saat ditemui di Posko Gugus Tugas di Rumah Dinas Bupati di Sei Rampah, Selasa 07/07 Pukul 14.00.Wib.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sergai Drs. H. Akmal, AP, M.Si saat ditemui di Posko Gugus Tugas di Rumah Dinas Bupati di Sei Rampah, Selasa 07/07 Pukul 14.00.Wib.
Bagikan :

Sei Rampah – KlikTodaynews.com Jumlah warga Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) yang positif tertular Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) kembali bertambah.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sergai Drs. H. Akmal, AP, M.Si saat ditemui di Posko Gugus Tugas di Rumah Dinas Bupati di Sei Rampah, Selasa 07/07 Pukul 14.00.Wib. Menginformasikan jika korban terbaru merupakan warga Kecamatan Dolok Merawan.

Sesuai informasi yang disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan dr. Bulan Simanungkalit, M.Kes, korban berinisial RAD, wanita berusia 27 tahun asal Kecamatan Dolok Merawan. Korban merupakan tenaga medis yang bekerja di Rumah Sakit Grand Medistra Lubuk Pakam namun ditugaskan sebagai relawan Covid-19 di RS Martha Friska Medan, sejak April-Juni 2020,” jelas Akmal.

Seraya menambahkan jika sepulang dari tugas relawan dan kembali bekerja di RS Grand Medistra, pihak RS meminta korban menjalani Polymerase Chain Reaction (PCR) test. Juru Bicara Gugus Tugas juga menyebut kondisi yang bersangkutan saat itu tidak memiliki keluhan seperti demam, sesak, batuk, flu atau gejala positif Covid-19 pada umumnya.

Tes dilaksanakan pada tanggal 29 Juni 2020 dan hasilnya dirilis 03 Juli 2020 yang menyatakan jika RAD positif Covid-19. Hasil ini langsung diinformasikan ke Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara (Dinkes Provsu). Lalu pada 06 Juli, Dinkes Provsu kemudian menyampaikan kepada Dinkes Sergai perihal hasil tes tersebut lanjutnya.

Di hari yang sama, sebut Akmal, Dinkes Sergai meneruskan informasi itu ke Puskesmas Dolok Merawan untuk kemudian dilakukan prosedur contact tracing dan proses disinfeksi. “ Dari hasil pelacakan, diketahui jika ada dua orang kontak erat yang tinggal serumah dengan korban yakni Ayah dan Ibunya. Kepada keduanya juga akan dilakukan PCR test oleh Dinkes Sergai.

Sedangkan untuk RAD sedang dirujuk untuk menjalani penanganan medis di RS GL. Tobing, Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang,” sebutnya. Akmal menambahkan, Gugus Tugas lewat Dinkes Sergai bersama aparat desa juga akan melakukan usaha preventif untuk mencegah penyebaran lanjutan di sekitar lingkungan domisili korban.

Langkah-langkah yang diambil seperti proses disinfeksi dengan melaksanakan penyemprotan cairan disinfektan terhadap kediaman dan lingkungan sekitar korban. Selain itu juga dilaksanakan serangkaian prosedur pencegahan sesuai dengan mekanisme yang berlaku serta mengimbau kepada masyarakat untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan,” kata Akmal.

Akibat kejadian ini jumlah warga Sergai positif terjangkit Covid-19 menjadi 5 orang dengan rincian 3 orang sedang dirawat di RS G.L. Tobing, 1 orang di RS Martha Friska dan 1 orang di RS Mitra Sejati, jelas Akmal.

Sedangkan untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang menjalani masa pantau selama 14 hari ada sebanyak 45 orang. Untuk ODP yang selesai masa pantau dan dinyatakan sehat ada sebanyak 786 orang. Kemudian jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ada 2 orang dan yang sudah selesai sebanyak 38 orang. Lalu untuk warga yang meninggal dunia ada 2 orang berstatus ODP, 5 orang PDP dan 1 orang positif Covid,” sebutnya.

Namun dari total 20 warga yang positif Covid dalam peta sebaran Sergai, sudah ada 14 orang yang dinyatakan sehat. “Ke-14 warga tersebut rinciannya 3 orang berasal dari Dolok Masihul, 5 orang dari Perbaungan, 5 orang dari Sei Rampah dan 1 dari Kecamatan Dolok Merawan,” jelasnya.

“Oleh karenanya, Akmal berharap masyarakat tetap waspada dan tidak panik serta terus saling mengingatkan satu sama lain. Tetap beraktifitas dari rumah bagi yang tidak punya kepentingan bekerja. Apabila keluar rumah agar menjalankan protokol keluar-masuk rumah dengan disiplin. Mencuci tangan pakai sabun di air mengalir. Berolah raga secara rutin dan teratur, menjaga jarak fisik 1-2 meter dengan orang lain dan tidak berkerumun.

“Biasakan pola hidup bersih dan sehat dan physical distancing sebagai standar kehidupan normal yang baru. Mengenakan masker saat keluar rumah merupakan ni gambaran tindakan normal saat ini demi memutus mata rantai penularan Covid-19,” pungkas Juru Bicara Gugus Tugas.( BUDI/KTN)

Bagikan :