Kejatisu Didemo Minta Usut Kasus Dugaan Korupsi PUPR Dan DPMPN Pemkab Simalungun

Bagikan :

Medan-Kliktodaynews.com DPP Lipan dan DPC Tipikor Indonesia Siantar-Simalungun melakukan aksi unjuk rasa di halaman Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara di Medan pada Rabu (15/1/2020).

Aksi unjuk rasa ini merupakan tindak lanjut atas laporan Aliansi bersama DPP Lipan dan DPC Tipikor Indonesia Siantar-Simalungun terkait dugaan korupsi di 2 Dinas Kabupaten Simalungun yang telah dilayangkan ke Kejatisu sebelumnya pada senin (23/12/2019) yang lalu.

Hasan Basri Harahap selaku koordinator aksi dalam orasinya menyampaikan bahwa adanya dugaan korupsi yang terjadi di 2 Dinas Kabupaten Simalungun yang merugikan negara hingga 2,2 Miliar

“Kami menduga bahwa telah terjadi tindak kejahatan korupsi di 2 Dinas Kabupaten Simalungun yaitu pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang yang merugikan negara 500an juta pada tahun anggaran 2018 dan Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah Nagori dengan kerugian 1,7 Miliar di tahun anggaran 2016,” jelasnya.

Lanjutnya, ia juga meminta dan mendesak agar pihak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara agar serius dalam mengusut dugaan korupsi yang mereka laporkan.

Baca Juga :  BNN Sumut Ungkap Peyimpanan 143 Kg Ganja di Pematangsiantar


“Kami meminta dengan tegas agar Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara untuk serius dalam menindaklanjuti laporan yang telah kami laporkan. Serta kami mendesak agar pengusutan kasus dugaan korupsi ini dilakukan hingga tuntas agar tegaknya supremasi hukum. Sebab tindak pidana korupsi merupakan kejahatan luar biasa di negeri ini sehingga peran Kejaksaan harus mampu menjadi garda terdepan dalam pemberantasan korupsi ini,” tegasnya.

Setelah orasi disampaikan oleh massa aksi, pihak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara yang di wakili oleh Sumanggar, SH selaku Kasi Penkum Kejati menanggapi permintaan massa aksi dengan menegaskan pihaknya akan serius dalam mengusut dugaan korupsi di 2 Dinas Kabupaten Simalungun yang telah dilaporkan.

“Saya tegaskan bahwa kami Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara akan tegas dan serius dalam mengusut dugaan korupsi di 2 Dinas Kabupaten Simalungun yang telah kawan-kawan laporkan pada kami,” tegasnya.

Sumanggar juga menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada massa aksi karena telah turut menjadi mitra kejaksaan dalam pemberantasan korupsi.

“Kami ucapkan terimakasih kepada kawan-kawan semua karena telah bersedia menjadi mitra kami dalam upaya memberantas korupsi di negeri ini terkhusus Sumatera Utara,” pungkasnya.
Baca Juga :  Update Data Covid-19 di Sumatera Utara, PDP Terbanyak di Kota Medan 92 Pasien dan Positif 117 Orang


Sebelum massa aksi meninggalkan halaman Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Hasan Basri Harahap menegaskan pihaknya akan tetap mengkawal laporan mereka dan bila Kejaksaan tidak menunjukkan sikap keseriusan dan ketegasannya mereka akan kembali melakukan aksi dengan jumlah yang lebih besar.

“Kami tegaskan bahwa kami akan tetap mengkawal laporan kasus dugaan korupsi kami ini. Bilamana pihak kejaksaan tidak menunjukkan keseriusan dan ketegasannya maka kami akan kembali melakukan aksi dengan jumlah massa yang lebih besar,” tutupnya sambil meninggalkan halaman kejaksaan.(RED/KTN)

Bagikan :