Kelompok Pemuda dari PAC PP Kec. Talawi Mengadakan UNRAS ke Kantor PLN Tanjung Tiram

Kelompok Pemuda dari PAC PP Kec. Talawi Mengadakan UNRAS ke Kantor PLN Tanjung Tiram
Kelompok Pemuda dari PAC PP Kec. Talawi Mengadakan UNRAS ke Kantor PLN Tanjung Tiram
Bagikan :

Batu Bara-Kliktodaynews.com Kelompok Pemuda dari PAC PP Kec. Talawi yang dikordinir oleh Andi Lubis Mengadakan UNRAS ke Kantor PLN Tanjung Tiram pada hari Senin tanggal 22 Juli 2019 pukul 10.45 Wib.

Pada aksi unjuk rasa tersebut massa mendesak Direktur keuangan PT. PLN melalui kepala Ranting PLN Kec. Tanjung Tiram untuk mengembalikan insentif pemungutan PPJ tidak sesuai ketentuan sebesar Rp. 431.648.644.12 tahun 2016 ke kas Kab. Batu Bara yang mengakibatkan pemborosan keuangan daerah.

Berdasarkan PP Nomor 69 Tahun 2019 tentang tata cara pemberian dan pemanfaatan pajak daerah dan retribusi daerah harus sesuai dengan Pasal 1, 3 dan 4 .

3. Surat Direktur Keuangan PT. PLN Nomor : 07513/545 DITKEU/2010 tanggal 05 oktober 2010 yang menyatakan biaya Pemungutan PPJ Tahun 2010 terhitung 01 Januari 2010 dihentikan dengan diterbitkannya peraturan pelaksanaannya.

Surat Direktur Keuangan PT.PLN kepada seluruh kepala wilayah /distribusi tertanggal 30 Desember 2011 yang menegaskan bahwa merujuk UU NO.28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD), PT.PLN dinyatakan sebagai WP sehingga kepada PT.PLN tidak diberi upah pungut/insentif.

Baca Juga :  Bupati Batu Bara Tinjau Banjir di Tiga Kecamatan


Aksi massa sempat diwarnai dengan aksi pembakaran ban namun hal tersebut dapat ditindaklanjuti oleh Personil Polres dan Polsek yang melaksanakan pengamanan berjumlah kurang lebih 20 orang anggota.

Akhirnya aksi unras diterima oleh EDI SALEH SIREGAR Kepala ULP (Unit Lapangan) Tanjung Tiram yang menyampaikan bahwa :

1. Terkait PPJ secara garis besar tangung jawb nya menagih tagihan listrik ke Pelanggan dan masyarakat dikenakan sebasar 10 % biaya PPJ sesuai dengan ketentuan pemerintah setempat.

2. Terkait Insentif ini merupakan program terpusat dan bukan ranahnya ULP dan Terhitung Tahun 2011 PLN tidak ada menerima insentif karena sudah Wajib Pajak.

3.Untuk sistem sistem pelaporan saat ini sudah melakukan pembayaran dengan sistem online sehingga kita sudah tidak bisa macam – macam.

Setelah mendapat penjelasan dari Kepala ULP Tanjung Tiram selanjutnya korlap dan massa aksi yg berjumlah berkisar 30 orang membubarkan diri pukul 11.30 WIB aksi unjuk rasa selesai dalam keadaan aman dan kondusif. (TIM/KTN)

Bagikan :