Pajero dan Fortuner Tak Cocok Buat Kebut-kebutan, Simak Penjelasannya

Mobil Vanessa Angel dan Bibi Ardiansyah yang mengalami kecelakaan di Tol Jombang, Jawa Timur, Kamis (4/11/2021)
Bagikan :

OTOMOTIF – Kliktodaynews.com|| Kecelakaan dialami  Vanessa Angel dan sang suami Bibi Ardiansyah yang menyebabkan keduanya meninggal dunia saat mengendarai mobil SUV Mitsubishi Pajero. Sopir maut dari kecelakaan tersebut, Tubagus Joddy mengaku sempat memacu SUV tersebut hingga kecepatan 120 km/jam.

Perlu diketahui, bahwa apa yang dilakukan oleh Tubagus Joddy dan segelintir pengemudi Mitsubishi Pajero dan Toyota Fortuner tersebut tidaklah benar.

Karena, meskipun mesin kedua SUV tersebut besar dan menghasilkan tenaga yang cukup tinggi, ada beberapa masalah yang menjadikan kedua mobil ini tak cocok dipakai kebut-kebutan.

Dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Cartoq pada Minggu, 7 November 2021, alasan pertama yang membuat kedua mobil tersebut tak cocok digunakan kebut-kebutan adalah karena dimensi mobilnya.

Baik Pajero ataupun Fortuner sama-sama berjenis SUV, yang notabene adalah mobil-mobil dengan bentuk bodi yang tinggi.

Bentuk badan mobil yang tinggi tersebut membuat pusat gravitasinya menjadi lebih tinggi. Secara tidak langsung, hal ini akan membuat mobil menjadi lebih rentan untuk tidak stabil dibandingkan sedan yang memang dibuat untuk mengejar kecepatan lebih tinggi.

Baca Juga :  Ramai Kabar Pindah Agama, Naysilla Mirdad Unggah Chat Mesra

Jika SUV dengan kondisi seperti ini dipacu lebih kencang, maka hambatan angin yang menabrak bagian bodi juga bertambah besar. Hal ini bisa membuat mobil menjadi limbung dan tidak stabil.

Jangan lupakan juga masalah body roll yang bisa menyebabkan mobil langsung terguling jika sang sopir tak mampu mengontrol mobil dengan benar.

Ada lagi faktor lainnya yang ikut memperparah masalah di atas, yakni penggunaan sasis model Ladder Frame.

Sasis dengan bentuk ladder frame ini pada dasarnya adalah rangka yang disatukan dengan bagian bodi mobil secara terpisah.

Hal ini menyebabkan gejala body roll akan terasa lebih parah dibandingkan mobil dengan sasis monocoque.

Monocoque sendiri adalah mobil-mobil yang bagian bodi dan sasisnya menyatu. Hal ini membuat mobil dengan jenis sasis seperti ini akan lebih mudah untuk dikendalikan di berbagai kondisi jalan.***

Sumber :  pikiran-rakyat.com

Bagikan :