LBH Poros Indonesia Akan Beri Piagam Penghargaan Kepada Kalapas Kelas II A Pematangsiantar

Bagikan :

SIANTAR – Kliktodaynews.com|| Sebagai bentuk apresiasi atas kinerja yang baik,Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Poros Indonesia akan memberikan Piagam Penghargaan kepada Kalapas (Kepala Lembaga Pemasyarakatan) Kelas II A Pematangsiantar Rudy F Sianturi.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua LBH Poros Indonesia Willy Sidauruk SH,Selasa (11/1) diruang kerjanya.

Menurut Willy yang juga merupakan salah seorang pengacara muda ternama di kota Pematangsiantar,bahwa ada beberapa indikator kinerja yang baik dari Kalapas Rudy Sianturi,sehingga sangat layak diberi Piagam Penghargaan.

Antara lain,lanjutnya,adanya pembinaan kerohanian dan kemandirian yang maksimal kepada para warga binaan pemasyarakatan (wbp) di Lapas tersebut.Seperti pelaksanaan ibadah rutin bagi pemeluk agama masing-masing.Juga adanya asimilasi edukasi bercocok tanam sayur mayur dan pembudidayaan ikan.
Willy juga memuji keberadaan KPLP (Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan) yang baru Raymond Andika Girsang mendampingi Rudy Sianturi.

Sejak KPLP dijabat Raymond,pelaksanaan pembinaan para wbp menjadi semakin kondusif dan maksimal.Dimana berita-berita negatif dan miring tentang wbp Lapas tersebut sudah sangat jarang terdengar.
Yang teranyar,adalah adanya pemberian remisi Hari Natal kepada 253 wbp.

Baca Juga :  Lahirnya Konsultan Politik dalam Pilkada 2020

“Pemberian remisi ini adalah bukti berhasilnya pembinaan didalam Lapas terbut” dan bukti juga bahwa Pemerintah menjaga hak asasi manusia sebagai mana tertuang dalam Undang-Undang Republik Indonesia No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia,cetusnya.

Willy juga sangat setuju dengan arahan Kalapas Rudy Sianturi yang mengatakan bahwa remisi itu bukan hak,tapi adalah pemberian yang bisa dicabut kembali apabila wbp tersebut melakukan pelanggaran.Maka seluruh wbp yang sudah mendapat remisi dituntut untuk selalu berbuat baik dan bersikap baik.

“Dalam waktu dekat kita akan segera realisasikan
pemberian Piagam Penghargaan itu”,kata Willy yang juga merupakan Dosen di Universitas Efarina. (rel/KTN)

Bagikan :