Kekristenan di Tanah Batak

Bagikan :

KLIKTODAYNEWS.COM|| Masuknya kekristenan ke tanah batak menceritakan masuknya injil dan konteks perkembangan dari tahun 1820 hingga berdirinya Huria Kristen Batak Protestan.

Dari kebanyakan suku di Indonesia ini, suku batak bermayoritas agama Kristen. Masuknya agama Kristen ke tanah batak dibawa oleh misionaris dari Jerman yang bernama Ingwer Ludwic Nomensen pada tahun 1963.

Misionaris-misionaris ini datang dengan tujuan menyebarkan Injil (ajaran tentang Yesus menurut agama Kristen) ke daerah Toba.

Misionaris awalnya berasal dari Gereja Lutheran dan akhirnya mereka menjadi Kristen.

Pada zaman dulu, suku batak tidak suka terhadap orang luar bahkan mereka menganggap orang luar musuh mereka. Sebelum masuknya injil ke tanah batak, suku batak menganut agama parmalim. Ada banyak nama dewa atau setan (begu) yang mereka sembah.

Agama Kristen masuk ke tanah batak membawa terang dan pengaruh besar terhadap suku batak yang mengamanatkan orang batak dan budayanya sebagai garam dan terang dunia. Tetapi kebanyakan misionaris mempertentangkan adat budaya batak dengan injil sebagai dua hal yang tidak bisa dipersatukan atau diperdamaikan. Akhirnya IL.Nomensen lebih memilih jalan perang batak yang diyakini sebagai perang suci yang akan membebaskan orang batak dari kegelapan. IL.

Baca Juga :  Terkait Maraknya Iklan Rokok, Rocky Marbun Minta Copot Kadis PRKP, Kakan Satpol PP dan Periksa Kadis BPKD

Nomensen berpandangan bahwa orang batak itu adalah kafir, sipelebegu, pagan, dan kanibalis biadap. Kemudian IL.

Nomensen memilih strategi mengkristenkan orang batak dengan perang suci yang dibarengi evangelisasi. Ketika itu bertarung tiga kepentingan besar di tengah masyarakat Batak yakni: 1) Kepentingan kedaulatan Batak; 2) Kepentingan Penyebaran Agama Islam dan Kristen; 3) Kepen­tingan kekuasaan penjajah. Nommensen pun dengan tegas mengambil sikap bermusuhan dan tidak ada jalan kompromi dengan Si Si­ngamangaraja XII dan pengikutnya karena dianggap akan mengislamkan Tanah Batak bekerjasama dengan pasukan Aceh.

Misionaris menempuh lima periode penyebaran agama Kristen di tanah batak yaitu : pertama periode perintis embun yang menumpahkan darah Samuel Munson dan Henry Lyman. Yang kedua periode awal pembibitan, periode kekristenn batak, periode penataan gereja batak dan periode

Misi Khatolik. Periode tersebut merupakan ga,baran cangkupan teori penyebaran agama Kristen di tabah Batak. (**/KTN)

Bagikan :