Wabup Humbahas Bantah Isu Perselingkuhannya, Penyebar Hoaks Dipolisikan

Bagikan :

HUMBAHAS – Kliktodaynews.com|| Wakil Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas) Oloan P Nababan membantah isu perselingkuhan yang dituduhkan kepada dirinya.

Oloan mengaku, penyebar isu perselingkuhan itu sebagai upaya untuk pemerasan. Dirinya mengklaim ada sejumlah foto yang sengaja diedit pelaku.

Selain itu, ada juga percakapan via gawai antara dirinya dan Sari Simanjuntak dijadikan sebagai bahan ancaman untuk memerasnya.

“Saya Oloan P Nababan, Wakil Bupati Humbahas didampingi istri Erma Simbolon menyatakan jika pelaku penyebar isu perselingkuhan sengaja mengedit foto untuk tujuan memeras, mendapatkan proyek, maupun uang,” kata Oloan.

Oloan mengaku, bahwa Sari Simanjuntak yang merupakan perempuan dalam foto editan merupakan “pariban” yang sudah lama dikenalnya karena memiliki hubungan kekeluargaan.

“Foto-foto yang merupakan dokumentasi pada pertemuan umum dan kedinasan dan dihadiri oleh kepala desa, Babinsa, tokoh masyarakat, mahasiswa USU, ibu-ibu arisan, anak-anak, dan saudara kandung laki-laki dari Sari Simanjuntak, sengaja diedit seolah-olah pertemuan pribadi oleh akun Ajun Permana,” katanya.

Soal rekaman percakapan yang turut diunggah, kata Oloan, merupakan pembicaraan antara dirinya dengan sarai saat meminta tolong kepadanya.

Panggilan ‘sayang’ dalam rekaman suara dimaksud merupakan sematan kata yang sudah biasa diungkapkannya.

Sebelum tudingan perselingkuhan tersebut diposting di media sosial, terduga pelaku telah beberapa kali ingin memeras dengan meminta proyek ataupun uang.

Baca Juga :  Ini Faktanya: Viral Video Pesan Bupati Situbondo Dadang Wigiarto Sebelum Meninggal Akibat Covid-19

Pelaku penyebar isu disebut sudah mencoba memeras dirinya sejak bulan Juli hingga isu dimaksud diposting pada Agustus 2021.

“Saya memohon kepada Polda Sumut untuk mengusut tuntas kasus ini melalui laporan pariban saya, Sari Simanjuntak di nomor STTLP/1341/VIII/2021/SPKT/SUMUT, agar jadi pembelajaran ke depannya, dan supaya bijak dalam bermedia sosial,” ujarnya.

Ia berharap masyarakat Humbahas dan segenap publik tidak mudah percaya akan isu tak bertanggung jawab yang dialamatkan padanya.

Istri Oloan, Erma Simbolon, juga menanggapi isu selingkuh yang mendera suaminya. Dirinya mengaku tak terpancing mendengar isu tersebut.

“Kalau mau selingkuh, ya, kenapa baru sekarang. Biasa ajalah, gak kebawa pancinglah saya soal itu. Kami sudah berkeluarga selama 18 tahun, puji Tuhan sudah dikaruniai empat anak. Saya anggap pembelajaran saja,” tukasnya.

Sebelumnya diberitakan Newscorner.id, pemilik akun Arjun Permana dinilai tak bijak bermedia sosial dan mencemarkan nama baik. Tak terima dengan sejumlah postingan akun FB tersebut, korban SG pada Selasa (24/8) pun langsung melaporkan pemilik akun tersebut atas kasus tindak pidana UU ITE dan pencemaran nama baik.

Di mana menurut korban, pemilik akun FB Arjun Permana telah mencemarkan nama baiknya dan menyebar fitnah kebohongan dengan memuat nama dan foto dirinya yang telah diolah secara dengan editing foto.

Baca Juga :  Polisi Mengejar Pelaku Penyebaran Hoaks Server KPU Menghilang

“Saya sudah laporkan langsung ke Polda, dan telah diterima dengan baik oleh pihak Kepolisian,” terang SG.

Ditambahkan SG ia menduga pelaku bersekongkol untuk menjatuhkan harga dirinya dan berusaha memeras.

“Sebagai warga negara yang sadar hukum, saya serahkan kasus ini kepada penegak hukum. Hal itu sudah sangat merusak dan mengganggu ketenangan saya dan anak maupun keluarga,” terang SG.

Di dalam postingan FB Arjun Permana juga dilampirkan rekaman percakapan korban dengan seorang pria yang membicarakan kasus sertifikat tanah.

Selain itu dalam postingan itu disebutkan bahwa korban yang merupakan pejabat di Provinsi Sumatera telah berselingkuh dengan Wakil Bupati Humbahas.

Fitnahan tersebut tentunya sangat merugikan korban hingga korban melaporkannya ke polisi.

“Sejumlah foto yang diposting di sana hasil editing, di mana foto sebenarnya ramai-ramai. Tapi dicrop jadi dua orang, ” sampainya.

Korban pun berharap agar pihak kepolisian segera mengusut kasus tersebut dan menjadi pembelajaran agar bijak dalam bermedia sosial. (TIM/KTN)

Bagikan :