Proyek Kereta ke Danau Toba dan Borobudur Tunggu Kepastian Anggaran

Foto aerial Danau Toba dari kawasan wisata menara pandang Tele di Turpuk Limbong, Harian, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, Minggu (21/2/2021). Pemerintah masih menunggu kepastian anggaran untuk membangun jalur kereta ke Danau Toba. ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI/WSJ.
Bagikan :

NASIONAL – Kliktodaynews.com|| Dalam upaya mendukung sektor pariwisata Indonesia, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) berencana membangun jalur Kereta Api (KA) di dua Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), yakni KSPN Danau Toba di Sumatera Utara dan KSPN Borobudur di Jawa Tengah.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Danto Restyawan mengatakan, saat ini progres rencana pembangunan jalur KA di KSPN Borobudurdan KSPN Danau Toba baru sampai pada tahap review studi kelayakan dan penetapan trase atau jalur KA. Tahap tersebut sudah dilaksanakan sejak 2020 lalu.

Setelah tahap tersebut selesai, prosesnya akan dilanjutkan dengan penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) jalur KA menuju destinasi wisata tersebut.

Sebelumnya, rencana pembangunan ini sudah melewati tahap studi kelayakan dan investigasi Rancangan Dasar Jalur KA pada tahun 2018. Kemudian juga sudah melewati tahap Detail Engineering Design (DED) pada tahun 2019.

Adapun proses selanjutnya yakni, pengadaan lahan direncanakan akan dimulai pada 2022. Untuk pelaksanaan konstruksi rencananya dilakukan pada 2024. “Namun pengadaan lahan dan pelaksanaan konstruksi ini akan dilaksanakan kalau pemerintah pusat ada anggarannya. Karena sekarang itu sebagian besar anggaran diperuntukkan untuk penanganan Covid-19,” kata Danto dalam sebuah webinar, Selasa (5/10).

Baca Juga :  DPD PSI Madina Laporkan Dugaan Pungli 10 Juta Perkepala desa Ke Kejari Madina

Danto menyebut, trase KA menuju KSPN Borobudur ini akan secara langsung menjadi bagian utuh dari trans Jawa. Trase ini akan menjadi alternatif pergerakan dari Semarang menuju Yogyakarta.

“Kalau ini masih belum bisa kita laksanakan, masih studi. Kita akan tunggu selesai studinya, kemudian akan masuk ke dalam tahap Detail Engineering Design (DED),” katanya. Sementara itu, untuk membangkitkan sektor pariwisata Indonesia, Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno mengusulkan pemerintah untuk memanfaatkan stasiun yang sudah tidak lagi beroperasi namun berlokasi di tengah kota untuk dijadikan museum kota, hotel atau pusat perdagangan bagi para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Sumber : katadata.co.id

 

 

 

Bagikan :