Profile Doni Monardo, Sang Jenderal Pemberantas Virus Corona Di Indonesia

Doni Monardo
Doni Monardo
Bagikan :

Jakarta-Kliktodaynews.com Banyak masyarakat awam yang belum mengetahui siapa Ketua Gugus Tugas Percepatan Penangangan Virus Covid-19 di Indonesia.

Presiden Jokowi menunjuk Letnan Jenderal TNI Doni Monardo sebagai Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 Covid-19. Penunjukan tertulis dalam Keputusan Presiden Nomor 7 Tahun 2020 diterbitkan pada Jumat, 13 Maret 2020.

Sesuai Keppres, Doni memiliki lima tugas pokok yakni meningkatkan ketahanan nasional di bidang kesehatan, mempercepat penanganan Covid-19 melalui sinergi antar-kementerian lembaga dan pemerintah daerah, dan meningkatkan antisipasi perkembangan eskalasi penyebaran Covid-19.

Biografi Doni Monardo

Doni Monardo (lahir di Cimahi, Jawa Barat, 10 Mei 1963; umur 56 tahun) adalah seorang perwira tinggi TNI-AD yang sejak 9 Januari 2019 mengemban amanat sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Doni, lulusan Akademi Militer (Akmil) 1985 ini berpengalaman dalam bidang infanteri. Jabatan terakhir jenderal bintang tiga ini adalah Sesjen Wantannas

Karier

Penempatan pertama langsung pada Komando Pasukan Khusus atau Kopassus tahun 1986 sampai dengan 1998. Selama di Kopassus dia pernah ditugaskan ke Timor Timur, Aceh dan daerah lainnya. Pada tahun 1999 hingga 2001, lelaki yang suka kegiatan menembak dan beladiri ini ditugaskan pada Batalyon Raider di Bali. Kemudian ditarik kembali di Paspampres hingga tahun 2004, lalu mengikuti pelatihan counter terrorism yang dilaksanakan di Korea Selatan.

Baca Juga :  Erick Thohir Ganti Dirut PLN, Berikut Fakta-faktanya


Pada tahun 2005 sampai dengan 2006 Doni ditugaskan di Aceh. Setahun di sana, dia kembali ditarik ke Jakarta bergabung dengan Paspampres. Pada tahun 2006 dipindahkan ke Makassar, Sulawesi Selatan, di Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat, atau yang lebih dikenal dengan Kostrad. Salah satu program yang hingga kini dikenang masyarakat Makassar adalah penghijauan beberapa kawasan tandus di Sulawesi Selatan termasuk di sekitar Bandara Hasanuddin.

Setelah di Makassar, Doni di promosikan menjadi Dan Grup A Paspampres. Selama bertugas mengawal orang nomor satu di Republik Indonesia ia sudah mengikuti kunjungan Presiden Indonesia ke 27 negara di dunia. Pada tahun 2010, Doni kemudian diberi kepercayaan menjadi Danrem 061 Surya Kencana Bogor. Selang beberapa bulan menjadi Danrem di Bogor, Doni diangkat menjadi Wadanjen Kopassus. Salah satu tugas yang melambungkan namanya adalah ketika ditugaskan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi Wakil Komando Satuan Tugas untuk pembebasan kapal MV Sinar Kudus yang dibajak oleh perompak Somalia. Atas keberhasilan itu pangkat Doni dinaikkan setingkat menjadi Brigadir Jenderal.
Baca Juga :  Kapoldasu Serahkan Sapi Qurban ke Mesjid Syuhada Tarutung


Pendidikan

SMA Negeri 1 Padang (1981)

Akmil (1985)

Seskoad (1999)

Lemhannas (2012)

Riwayat Jabatan

Danyon-11 Grup-1/Kopassus (1998-1999)

Danyonif 900/Raider (1999-2001)

Dandenma Paspampres

Waasops Danpaspampres

Danbrigif Linud 3/Tri Budi Sakti (2008)

Dan Grup A Paspampres (2008-2010)

Danrem 061/Surya Kencana (2010-2011)

Wadanjen Kopassus (2011-2012)

Danpaspampres[3] (2012-2014)

Danjen Kopassus[4][5] (2014-2015)

Pangdam XVI/Pattimura (2015-2017)[6]

Pangdam III/Siliwangi[7] (2017-2018)

Sesjen Wantannas (2018-2019)[8]

Kepala BNPB (2019-sekarang)

(RED/KTN)

Bagikan :