Polda Kalbar Gerebek Kantor Pinjol di Pontianak, 14 Orang Diamankan

Kepolisian Daerah Kalimantan Barat menggerebek kantor pinjaman online (pinjol) dan mengamankan 14 orang yang menjalankan pinjol ilegal tersebut di wilayah Kota Pontianak. (ANTARA/HO-Humas Polda Kalbar)
Bagikan :

PONTIANAK – Kliktodaynews.com|| Polisi daerah Kalimantan Barat menggerebek kantor pinjaman online atau pinjol, PT SRD, yang berlokasi di Jalan Veteran, Kelurahan Benua Melayu Darat, Kecamatan Pontianak Selatan, Kota Pontianak, Kalbar, Jumat (15/10).

Dalam penggerebekan tersebut 14 orang yang diduga sebagai karyawan yang menjalankan bisnis ilegal di tersebut di wilayah Kota Pontianak berhasil diamankan.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalbar Kombes Luthfie Sulistiawan mengatakan penggerebekan perusahaan pinjol ilegal tersebut berawal dari laporan masyarakat.

“Kami menerima laporan dari masyarakat adanya sebuah rumah yang diduga digunakan sebagai kantor pinjaman online yang mengancam keselamatan dan telah merugikan banyak masyarakat,” ujarnya di Pontianak, Sabtu (16/10).

Menindaklanjuti laporan itu, Ditreskrimum Polda Kalbar menggerebek kantor PT SRD dan mendapati para karyawan tengah melakukan pekerjaannya.

“Ada 14 pegawai PT SRD tersebut,” tegas perwira menengah Polri itu.

Menurut Luthfie, mereka yang ditangkap itu sebagian besar bertugas menjadi operator sekaligus desk collection (Deskcoll).

Lebih lanjut dia mengatakan pihaknya sudah mengamankan beberapa barang bukti, antara lain 22 unit laptop, 22 handphone, sembilan unit CPU komputer, tujuh sim card, tiga modem, dan dokumen-dokumen terkait pinjol.

Baca Juga :  Siap-siap, Mau Tau Kapan THR PNS Cair

Berdasar hasil pemeriksaan, kata Luthfi, diketahui perusahaan itu memiliki 14 aplikasi yang tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sehingga dinyatakan ilegal.

Menurutnya, perusahaan yang berdiri sejak Desember 2020 ini memiliki 66 karyawan aktif, dan 1.600 nasabah.

“Dari hasil pemeriksaan sementara, perputaran uang yang dihasilkan dari praktik pinjaman online ilegal tersebut mencapai Rp 3,25 miliar,” ujarnya.

Luthfie mengingatkan warga tidak mudah tergiur dengan tawaran pinjol ilegal, karena sudah banyak korban dari masyarakat yang dirugikan.

“Jangan mudah tergiur dengan tawaran fintech ini, awalnya mereka menawarkan penawaran yang bagus, tetapi kemudian menjerat nasabahnya,” pungkasnya.

Sumber :  jpnn.com

Bagikan :