GIAN Ajak Pelajar Aktif Mensosialisasikan Bahaya Narkoba di Tengah Masyarakat

Sosialisasi Anti Narkoba di Yayasan Perguruan Nurul Islam Pematangsiantar, Minggu (6/6/2021)
Bagikan :

PEMATANGSIANTAR – Kliktodaynews.com Indonesia darurat narkoba bukanlah slogan semata. Fakta menunjukan, selain pengguna sudah mencapai 5 juta orang, juga menyasar semua kalangan masyarakat. Kini, tidak ada segmen masyarakat yang bebas dari narkoba, dari aparat keamanan, birokrat hingga pelajar sekolah.

Dalam konteks pencegahan, pelajar sekolah masuk kategori target primer. Mereka adalah kelompok yang bersih dari anasir buruk narkoba. Pelajar membutuhkan informasi seimbang antara bahaya dan penanganan inklusif narkoba.

Gerakan Indonesia Anti Narkotika (GIAN) Pematangsiantar bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Pematangsiantar melaksanakan kegiatan pembinaan remaja pelajar di Yayasan Nurul Islam Pematangsiantar, Minggu (6/6/2021) pukul 14.00 wib.

“Pelajar adalah next leader bagi perjalanan bangsa Indonesia. Mereka harus memperoleh informasi yang tepat tentang narkoba. Harapannya, mereka selain memahami juga bisa mengenali sekaligus mencari solusi penanganan isu narkoba di lingkungan sekolah,” ungkap Bangun Pasaribu, Ketua Gerakan Indonesia Anti Narkotika ( GIAN ) Pematangsiantar, Minggu (6/6/2021).

Dalam Sosialisasi Anti Narkoba di Yayasan Nurul Islam Pematangsiantar, pelajar tidak semata diberikan materi tentang bahaya Narkoba, mereka juga mendapat informasi jenis-jenis narkotika yang beredar di masyarakat seperti ganja, ekstasi, sabu, morfin dan lainnya.

Baca Juga :  Polisi Sita Aset Bandar Narkoba di Bengkalis Senilai Rp 1 Miliar


“Kita berikan contoh macam-macam bentuk narkoba agar bisa mereka kenali jenisnya,” sebut Bangun Pasaribu.

Kita berharap dengan sosialisasi ini para pelajar dapat membentengi dirinya dan menjauhi narkotika dan dapat menjadi duta anti narkoba untuk menyampaikan informasi bahaya narkoba di tengah masyarakat,”harap Bangun.

“Kita berharap kegiatan seperti ini terus berkesinambungan. Syukur-syukur seluruh sekolah yang ada di Pematangsiantar. Makin banyak yang terlibat makin baik untuk pencegahan dini,” tandasnya.

Bagikan :