DPO Teroris JI Yang Ditangkap di Lampung Berjuluk Profesor dan Arsitek

Photo Humas Polri : Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono
Photo Humas Polri : Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono
Bagikan :

Nasional – Kliktodaynews.com Sebanyak 23 terduga teroris jaringan Jamaah Islamiyah (JI) ditangkap di delapan wilayah di Pulau Sumatera. Dua di antaranya telah masuk daftar pencarian orang (DPO) tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri, yakni Taufik Bulaga alias Upik Lawanga dan Zulkarnaen.

Sebelumnya dua diantaranya masuk ke dalam daftar pencarian orang (DPO). Pertama Upik Lawanga, sosok ahli pembuat senjata api dan perakit bom berjuluk profesor. “Upik ini julukannya di antara mereka itu sebagai seorang profesor, kenapa disebut profesor? karena Upik ini ahli membuat bom high explosive dan senjata rakitan yang secara manual maupun otomatis,” jelas Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono, S.I.K., M.Si., Jumat (18/12).

Kedua, yakni Z alias AS yang merupakan Panglima Askari ini berjuluk arsitek dalam artian menjadi otak peristiwa teror bom. Diketahui, Z bisa merencanakan dan memberitahukan jajarannya mulai dari rangkaian peristiwa pengeboman hingga serentetan penyerangan. “Zulkarnaen tinggal di Afghanistan selama 7 tahun. Selama dalam pelatihan militer di Afghanistan apa yang dipelajari? Ya itu tadi, belajar membuat bom, menjadi arsitek dan perencanaannya,” ujar Kadiv Humas Polri.

Baca Juga :  “Panglima Covid-19” Doni Monardo Dinyatakan Negatif Covid 19


Argo menuturkan penangkapan para terduga teroris itu berawal dari adanya informasi yang diterima tim Densus 88. Informasi itu, kata Argo, merupakan hasil evaluasi dari penangkapan terduga teroris sebelumnya.

“Bahwa penangkapan itu diawali dengan adanya info yang diterima Densus yang sudah dievaluasi berkaitan dengan beberapa orang-orang yang sudah dilakukan penangkapan sebelumnya. Dan juga adanya DPO yang sudah lama berkaitan dengan DPO Bom Bali I,” tuturnya.

Argo menyampaikan penangkapan 23 terduga teroris JI berlangsung saat operasi yang dijalankan selama sebulan terakhir. Operasi, kata Argo, berlangsung sejak November hingga Desember 2020.

“Penangkapan beberapa terduga teroris dari Jamaah Islamiyah JI pada periode November-Desember 2020,” imbuhnya. (RED/KTN)

Bagikan :