2 Anggota LSM dan 1 Wartawan “ Berdarah-darah “ Di Sibolga

Bagikan :

SIBOLGA – Kliktodaynews.com|| Setidaknya 2 Anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan 1 (satu) wartawan media cetak dilarikan ke IGD RSU Ferdinand Lumban Tobing Sibolga, hari Selasa (03/08/2021) pukul 16.00 WIB.

Menurut pengakuan rekan korban Steven Pasaribu, ke tiga rekannya tersebut dianiaya oknum Humas Proyek Pasar Sibolga Nauli saat hendak mengklarifikasi lelang besi bongkaran bangunan lama Pasar Sibolga Nauli.
“ Sekitar jam tiga lah Pak. Kami ada tujuh orang dating ke lokasi proyek Pasar Sibolga Nauli. Tujuan kami hendak meminta klarifikasi terkait bongkaran besi bangunan lama, “ jelas Steven Pasaribu di halaman IGD RSU FL. Tobing Sibolga.

Masih menurut Steven Pasaribu, seorang oknum pekerja yang diketahui bernama EL (inisial,red) tak terima dengan kedatangan mereka.


“ Dia (EL,red) berkeras kami tidak punya hak bertanya,karena kami bukan penyidik katanya “ lanjut Steven.
Lanjut Steven , “ Saat itu terjadi perdebatan dan karena EL mendorong dorong tubuhnya kearah kami dan akibat benturan tubuh dia terjatuh ” kata Steven.

Baca Juga :  Ketua Majelis Adat Pekraman Menginisiasi Kegiatan Pembinaan Umat Hindu se-Kecamatan Way Tuba


“ Saat terjatuh itulah, EL mengambil batu dan menghantamkan ke kepala rekan – rekan kami. Karena sudah ada tiga rekan kami yang berdarah dibahagian kepala akibat dipukul dengan batu oleh EL kami pun langsung melarikannya ke rumah sakit, “ kata Steven.

Dari informasi Steven Pasaribu, yang menderita luka dibahagian kepala Amin Jemayol (LSM), Infus (LSM) dan Elman Tambunan (Wartawan SIB).

Sementara salah seorang korban Amin Jemayol, mengaku kecewa dan keberatan atas perlakuan dari oknum tersebut.

“ Kami juga punya hak untuk mempertanyakan terkait bongkaran besi karena ini proyek pemerintah. Kok malah kami di hantam dengan batu? Kami akan tempuh jalur hukum terkait apa yang kami alami, “ kata Amin Jemayol usai mendapatkan perawatan di IGD RSU FL. Tobing.

Amin juga mengatakan akan langsung membuat laporan ke Polres Sibolga setelah beristirahat dan minum obat akibat luka di kepalanya.

Dari pantauan redaksi di RSU FL Tobing rekan rekan jurnalis dan LSM Sibolga Tapteng telah berkumpul memberikan support .
Korban tidak bisa dimintai keterangan karena dalam kondisi di rawat di ruang IGD RSU FL. Tobing.

Baca Juga :  Pemerintah Tolak Permohonan Demokrat KLB

Sementara pihak Polres Sibolga terlihat di lokasi IGD untuk memintai keterangan rekan rekan korban.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh informasi resmi dari pihak kontraktor Proyek Pasar Sibolga Nauli maupun yang di duga melakukan penganiayaan (TIM/KTN)

Bagikan :