Jalan Menuju Desa Suka Julu Tidak Pernah Tersentuh Aspal

Jalan Menuju Desa Kuta Julu Tidak Pernah Tersentuh Aspal
Jalan Menuju Desa Kuta Julu Tidak Pernah Tersentuh Aspal
Bagikan :

Tanahkaro-Kliktodaynews.com Tanah yang sangat subur di daerah pegunungan Tanah Karo menjadi anugrah bagi seluruh masyarakatnya. Kehidupan masyarakat di sana sangat bergantung pada hasil bumi. Sehingga menurut Limbong Sembiring (35) mereka sangat betah untuk tinggal dan bercocok tanam di Desa mereka desa Suka Julu, Kec. Tiga Binanga, Kab. Karo Prov. Sumatera Utara.

Limbong mengatakan mayoritas penduduk di desanya menggarap ladang. Hasil panen mereka pasarkan ke kota kecamatan. ” Tapi sayangnya jalan akses keluar masuk ke desa kami sangat jelek. Sepanjang kiloan meter jalan itu rusak. Kalau kemarau jalannya menjadi berdebu. Kalau hujan jalannya sangat becek. Batu-batu sungai bertebaran di jalan”. Ujar Limbong berkeluh kesah.

Masih menurut Limbong, jalan ke desanya sangat mendaki. ” Mungkin dari zaman dulu jalan ini tidak pernah di perhatikan pemerintah. Kami mau membawa hasil panen kami pun jadi susah. Harga menjadi mahal, karena untuk mengangkut keluar desa butuh banyak biaya. Belum lagi untuk mengantar anak sekolah, butuh usaha ekstra”, ucap Limbong lirih.

Baca Juga :  Wow, Petugas Dapati Jaringan Narkoba Di Rutan Kelas IIB Kabanjahe


” Tolonglah kepada bapak bupati, bapak presiden, anggota dewan atau siapapun yang mendengar kami. Lihatlah desa kami. Kami bukan anak tiri, kami juga bayar pajak. Susah sekali kami berjalan keluar dari desa kami. Dan tolong jangan hanya di lihat tapi di bagusin. Padahal desa kami berada di perbatasan antara 4 kecamatan. Tapi sedikitpun tidak ada respon dari pemerintah,” ratap Limbong kepada awak kru.

Memang sepanjang pantauan kru, jalan menuju desa Suka Julu ini sangat mendaki. Batu-batu sungai masih berserakan di badan jalan. Untuk sampai di desa butuh kewaspadaan dalam menyetir. Dan ketika kami menanyakan keadaan ini kepada kepala desa Kuta Julu, Julianto Ginting, dirinya membenarkan apa yang dikeluhkan warganya.

“Kami sudah berulangkali mengadakan pertemuan untuk audiensi ke bupati Karo. Tapi kelihatannya tidak ada respon sama sekali. Ke anggota dewan ketika mereka mengadakan reses juga sudah saya sampaikan. Tapi belum ada jawaban. Kami hanya menunggu dan sabar. Kata pemerintah kabupaten dana untuk ini belum cukup.” Jelas Julianto Ginting pada kru saat ditanya tentang perhatian pemkab untuk desanya, Selasa, 12/02/2020 sekira pukul 19.00 WIB.
Baca Juga :  Sidak Pekerja Asing Di PLTH Mikro Desa Kandibata Oleh Bupati Dan Forkopimda Karo


Julianto juga menambahkan kalau selama ini memang ada beberapa kali kunjungan dari pejabat-pejabat teras pemkab Karo. Tapi realisasinya belum ada sampai sekarang. (DI/KTN)

Bagikan :