Jenis Masker Yang Disarankan Mencegah Virus Covid-19

Masker scuba dan buff tak disarankan di KRL. Pilih masker yang lebih aman. Foto: Chris Jackson/PA via AP
Masker scuba dan buff tak disarankan di KRL. Pilih masker yang lebih aman. Foto: Chris Jackson/PA via AP
Bagikan :

Jakarta – Kliktodaynews.com Masker buff dan scuba sering digunakan banyak masyarakat saat beraktivitas untuk mencegah penyebaran COVID-19. Akan tetapi masker berjenis ini ternyata tidak efektif untuk mencegah penularan virus corona melalui droplet. Dalam studi yang dilakukan oleh Duke University menyebutkan bahwa dari 14 jenis masker yang diuji. Masker buff yang biasa digunakan oleh pengendara motor hasilnya jauh lebih buruk dibandingkan dengan masker biasa. Masker jenis buff dan scuba hanya memberikan sedikit sekali perlindungan.

PT KAI Commuter Indonesia (KCI) bahkan melakukan sosialisasi pada pengguna KRL untuk menghindari pemakaian masker buff dan masker scuba. Dalam akun media sosial, PT KCI menjelaskan masker scuba atau buff hanya sebesar 5 persen efektif dalam mencegah risiko terpaparnya debu, virus dan bakteri.

Seperti diketahui, menggunakan masker menjadi salah satu upaya pencegahan COVID-19 selain mencuci tangan dan menjaga jarak.

1. Masker N95 Masker ini merupakan jenis reseptor. Masker N95 menawarkan perlindungan lebih dari masker jenis lainnya karena dapat menyaring partikel besar dan kecil. Sama seperti namanya, masker N95 dapat memblokir 95 persen partikel yang sangat kecil.

Baca Juga :  Mensos dan Pejabat Eselon I Secara Khidmat Ikuti Upacara Detik-detik Proklamasi dan Penurunan Bendera


Beberapa masker N95 memiliki katup yang membuatnya lebih mudah untuk dihirup. Hanya saja harga masker jenis ini terbilang sangat tinggi di pasaran.

2. Masker bedah Jika masker scuba dilarang, masker bedah tentu bisa jadi pilihan tepat. Masker bedah disebut juga sebagai masker medis, masker ini digunakan sekali pakai untuk melindungi hidung dan mulut pemakainya dari kontak dengan tetesan, percikan dan semprotan yang mungkin mengandung kuman atau virus.

Masker bedah dapat menyaring partikel besar di udara. Masker bedah juga dapat melindungi orang lain dengan mengurangi paparan air liur dan sekresi pernapasan dari pemakai masker. Masker bedah ini dapat memberikan perlindungan saat masker N95 tidak tersedia.

3. Masker kain Masker kain dapat mengurangi penyebaran virus COVID-19. Masker kain dibuat dari bahan biasa seperti lembaran yang terbuat dari kapas yang ditenun rapat. Sebaiknya pilih masker kain 2-3 lapis untuk mengurangi penyebaran droplet yang mungkin terjadi.

Sehingga masker kain dapat menjadi pilihan yang baik ketimbang masker scuba dan buff. Dikutip dalam Science Alert, setelah diamati jumlah tetesan meningkat saat orang menggunakan buff. Hal ini kemungkinan bahan yang digunakan telah memecah sejumlah droplet menjadi partikel yang lebih kecil.
Baca Juga :  Ashraf Sinclair, Serangan Jantung Penyebab Suami Bunga Citra Lestari Meninggal Dunia


Ini membuat pengguna masker buff menjadi kontraproduktif karena tetesan yang lebih kecil mudah terbawa udara dan bisa saja membahayakan orang di sekitarnya.

Menghindari penggunaan masker scuba dan buff dilakukan karena di dalam KRL udara lebih dingin sehingga droplet bisa menjadi airborne dan bertahan di udara dalam waktu lama sehingga penularan COVID-19 semakin tinggi.

Sumber : health.detik.com

Bagikan :