Harga Ticket Pesawat Melambung Tinggi, Diduga Adanya Praktik Duopoli Industri Maskapai Indonesia

Bagikan :

Jakarta-Kliktodaynews.com Harga tiket pesawat yang dianggap terlalu mahal bagi sebagian besar masyarakat Indonesia masih terus masih terus menjadi permasalahan. Sudah sejak pertengahan tahun 2018, harga tiket pesawat kian melambung tinggi

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution menuding adanya praktik duopoli dalam industri maskapai di Indonesia. Praktik inilah yang dipercaya membuat harga tiket pesawat melambung tinggi.

Duopoli sendiri merupakan adanya dua pihak selaku penjual ataupun produsen yang menguasai pasar. Bisa juga dibilang dua pihak yang menguasai pasar bisa menentukan penawaran harga.

Menanggapi hal itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengaku akan mendalami apa yang disampaikan oleh Darmin. Namun dia menegaskan jika memang terjadi duopoli maka pihak yang berwenang menanganinya adalah Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU)

Pemerintah, lanjut Budi, adalah regulator yang memiliki wewenang untuk mengontrol. Bagi Kementerian Perhubungan menurutnya hanya melakukan pengawasan apakah maskapai mengikuti aturan tarif batas atas (TBA) dan tarif batas bawah (TBB). Sementara masalah duopoli, hanya KPPU yang berhak menetapkan

Baca Juga :  Pasien Positif Covid-19 di Indonesia Bertambah 526 Orang, Update 24 Mei 2020


“Kami selaku regulator adalah pihak yang melakukan suatu kegiatan mengontrol apakah sesuai batas atas atau atas bawah. Tentang duopoli KPPU yang menetapkan,” tambahnya.

Sumber : detiknews.com
Bagikan :