Susanti Ditetapkan Sebagai Tersangka Penggelapan 12 Mobil dan Uang Ratusan Juta

Roy Fernando Salim SE. SH sebagai Kuasa Hukum dari I Made Hani
Bagikan :

MEDAN – Kliktodaynews.com|| Warga Kota Medan Sri Susanti yang semula telah dilaporkan oleh Roy Fernando Salim SE. SH, dengan Laporan Polisi Nomor : LP/B/1166/VII/2021/ SPKT 1/ POLDA SUMUT, tanggal 1 Juli 2021 atas dugaan tindak pidana penggelapan sejumlah unit mobil milik I Made Hani warga Kota Pematang Siantar, Jl. Bukit Maratur, Kelurahan Pondok Sayur, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematang Siantar, Provinsi Sumatera Utara.

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrim) Poldasu, Jl. Sisingamangaraja Km 10,5 No. 60 Medan, Dasar laporan Nomor : B/1763/VII/2022/ Ditreskrim. Selasa, 19 Juli 2022 terlapor Sri Susanti

Sri Susanti akhirnya ditetapkkan sebagai tersangka tindak pidana dan penggelapan sejumlah unit mobil milik I Made Hani.

Roy Fernando Salim SE. SH sebagai Kuasa Hukum dari I Made Hani dalam penjelasannya kepada awak media mengatakan ” Saya sangat mengapresiasi dan berterimakasih kepada Kapolda Sumatera Utara, Dir Krimum Polda Sumatera Utara, Kasubdit 3 dan Penyidik Pembantu Unit 3 yang telah menangani kasus perkara ini dan saat ini kami telah menerima surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan (SP2HP) dan melalui surat ini Kepolisian Negara Republik Indonesia Daerah Sumatera Utara telah resmi menetapkan Sri Susanti sebagai tersangka dan saat ini akan melakukan panggilan untuk kedua kalinya” ungkap roy.

Roy Fernando Salim SE, SH juga menjelaskan, bahwa tindak pidana penggelapan yang dilakukan oleh Sri Susanti bersama dengan Sutrisno (Suami Sri Susanti) tidak hanya dilakukan kepada I Made Hani saja tetapi juga terhadap Pik Jun, Johan, Deli Putra dan Naito Wijaya.

Jadi ada 5 LP yang sedang di proses di Poldasu saat ini.

Adapun tindak pidana penggelapan yang dilakukan oleh Sri Susanti sebanyak 12 unit mobil.

Selain itu, ada juga berupa uang tunai sebanyak Rp 300.000.000, (tiga ratus juta rupiah).

Dalam akhir penjelasannya Roy Fernando Salim SE. SH ” Saya berharap dengan adanya 4 LP yang lain, Polda Sumatera Utara dapat lebih atensi lagi supaya korban tindak pidana penggelapan tersebut mendapatkan kepastian hukum dan pelaku kejahatan tersebut mendapat hukuman yang semestinya sehingga kedepan hal yang seperti ini tidak terjadi lagi” tutup Roy Fernando. (STAF07/KTN)

Bagikan :