Kisah Arloji Benedict Cumberbatch yang Dipakai di Film Doctor Strange

Benedict Cumberbatch di Film Doctor Strange in the Multiverse of Madness (kompas)
Bagikan :

MOVIE – Kliktodaynews.com|| Dalam film layar lebar Hollywood, di film terbaru Marvel, Doctor Strange in the Multiverse of Madness tampak jam merek Jaeger-LeCoultre Master ini dipakai Doctor Strange pada saat ia hampir kehilangan segala sesuatu dalam hidupnya.

Tampak kaca depan arloji itu retak parah selama Doctor Strange sedang berada di Tibet.

Jaeger-LeCoultre yang hancur ini menjadi pengingat kehidupan Doctor Strange di masa lalu ketika masih menjalani profesi sebagai dokter bedah.

Arloji tersebut merupakan hadiah dari sosok yang dicintainya, Christine (diperankan oleh Rachel McAdams).

Film Doctor Strange in the Multiverse of Madness menampilkan satu adegan flashback di mana Christine memberikan arloji itu kepada sang dokter di sebuah acara makan malam.

Hal itu menjelaskan, mengapa di bagian cangkang belakang arloji Doctor Strange, terukir tulisan “Time will tell you how much I love you, Christine”.

Benedict Cumberbatch di Film Doctor Strange in the Multiverse of Madness

Selain memiliki makna yang mendalam, Jaeger-LeCoultre Master Ultra Thin Perpetual Calendar juga merupakan bagian utama dari alur cerita.

Baca Juga :  Konsumsi Telur Mentah Berdampak Buruk untuk Kesehatan

Benedict Cumberbatch memang didapuk sebagai brand ambassador JLC, sehingga wajar jika ia mempromosikan arloji besutan watchmaker Swiss itu dalam film layar lebar.

Tetapi lebih dari sekadar produk, Jaeger-LeCoultre dengan fitur kalender abadi ini seolah-olah menjadi “pemain pendukung” yang setia menemani ke mana pun Doctor Strange pergi.

“Jam tangan ini berfungsi sebagai pengingat nyata dari peristiwa bermakna Doctor Strange di masa lalu dan masa kini,” demikian bunyi keterangan pers Jaeger-LeCoultre.

Menilik spesifikasinya, JLC Master Ultra Thin Perpetual Calendar yang digunakan dalam film Doctor Strange in the Multiverse of Madness menampilkan cangkang berdiameter 39 milimeter.

Oleh JLC, cangkang arloji ini dirilis dalam varian pink gold atau baja, dengan satu kenop pemutar untuk mengatur waktu di sisi kanan.

Pada bagian dial yang diberi permukaan berwarna putih, terdapat penanda jam, jarum jam dan menit bernuansa perak, serta jarum detik biru.

Fitur fase bulan ditempatkan di antara indeks jam 12 dan logo pembuat jam.

Tiga subdial –masing-masing di dekat indeks jam 3, 6, dan 9 menunjukkan hari, tanggal, dan bulan.

Baca Juga :  Sentilan Iqbal Aji Daryono Mengabaikan Masa Lalu

Sementara itu, di antara indeks jam 7 dan 8, JLC menyelipkan satu jendela (window) yang menunjukkan tahun.

Dekorasi berupa pola Cote de Geneve, butiran melingkar (perlage), serta tepi yang dipoles menyempurnakan tampilan jam tangan ini.

Sebagai motor penggerak, JLC membenamkan mesin Calibre 868 yang dapat dilihat melalui kaca kristal safir di bagian cangkang belakang.

Jaeger-LeCoultre Master Ultra Thin Perpetual Calendar dilengkapi tali jam bermotif kulit buaya dalam warna hitam.

Sumber :  kompas.com

Bagikan :