Pekerja Peningkatan Daerah Irigasi Way Umpu Belum Terdaftar BPJS dan Abaikan K3

Bagikan :

WAY KANAN – Kliktodaynews.com|| Kementerian PU dinilai lalai memperhatikan proyek pembangunan peningkatan daerah irigasi Way Umpu sekunder Balai Besar Mesuji
diketahui menghilangkan hak jaminan keselamatan pekerja melalui BPJS TK.

Wakil Ketua Jokowi Kerja (Joker), Sandi Pratama menyayangkan minimnya perlindungan bagi pekerja yang tidak terdaftar di BPJS dan tidak dilengkapi dengan keselamatan kerja.

Biasanya kata Sandi Pratama dalam setiap proyek pembangunan, di bagian depan proyek akan dipasang papan pemberitahuan mengenai perusahaan yang melaksanakan pembangunan.

Kemudian juga dilengkapi papan pemberitahuan bahwa seluruh pekerja di kawasan tersebut dilindungi oleh BPJS TK.

“Dengan kejadian ini saya menilai pemerintah dalam hal ini Kementrian PU bisa kecolongan, atau memang malah membiarkan kontraktor menghilangkan hak pekerjanya untuk mendapatkan jaminan keselamatan,” ujarnya saat dihubungi kliktodaynews, Minggu (7/8/2022).

Sandi mencurigai, karena ini pekerjaan pemerintah, maka unsur keselamatannya tidak begitu diperhatikan.

Seperti contoh kasus yang terjadi dilapangan yang kita temukan dimana seorang pekerja mengalami kecelakaan.

Hal tersebut disampaikan oleh salah satu pekerja sebut saja namanya “U N”, yang terkena musibah tertusuk besi Precast Beton pada waktu bekerja.

Baca Juga :  Polres Way Kanan Gelar Upacara Sertijab Kasatresnarkoba

“Saya bekerja memasang Precast Beton dan secara tidak sengaja saya terinjak besi cor precast yang terlepas”, ucap “UN” kepada awak media.

Saat ditanyakan UN mengaku tidak diberikan perlengkapan keselamatan kerja dan kesehatan (safety first).

” Kami sudah kurang – lebih 2 minggu ucap para pekerja, dan selama kami bekerja tidak pernah atau belum dikasih perlengkapan keselamatan kerja seperti sepatu bot, helm atau perlengkapan yang lain, BPJS juga tidak terdaftar,” terang UN.

UN pun mengaku sudah bekerja lebih 2 minggu dan setelah terjadinya kecelakaan ini baru diberikan sepatu kerja.

Saat ditanya terkait biaya pengobatan, UN mengaku ditalangi atau dibayari oleh pengawas.

Terpisah pekerja inisial “Y” yang juga pekerja mengatakan, kemarin kawan kita kecelakaan diwaktu bekerja mengecor bagian lantai dasar irigasi, matanya terkena percikan bahan matrial semen pasir, sehingga pengelihatan pandangannya terganggu dan sampai sekarang dia bekerja selalu memakai obat mata yang dia beli sendiri di warung “, terangnya “Y”.
Sebelumnya diberitakan diduga proyek pembangunan peningkatan daerah irigasi Way Umpu sekunder Balai Besar Mesuji tidak transparansi didalam pengerjaannya, dimana di plang proyek tidak disebutkan nama perusahaan atau rekanan yang melaksanakan pekerjaan.

Baca Juga :  Bupati Raden Adipati Buka Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Kabupaten Way Kanan Tahun 2023

Terlihat dalam plank tersebut hanya tercantum nilai kontrak sebesar Rp. 46.792.267.830,- , tanggal lama pelaksanaan: 219 (duaratus sembilan belas) hari kalender dan sumber dananya berasal dari Surat Berharga Syariah Negara, tanpa adanya nama Perusahaan yang menangani Pekerjaan tersebut.

Saat dikonfirmasi awak media ke salah satu pekerja kenapa tidak menggunakan helm saat bekerja, pria yang awalnya enggan menyebut namanya  mengatakan “helm belum keluar bu,”. Pria yang memakai topi dan berbaju merah tersebut pun mengaku belum didaftarkan ke BPJS.

Sementara mandor pekerja yang ditemui dilokasi proyek mengatakan belum dibuatkan BPJS.

“Masalah itu saya nggak tau pak, namanya pekerja,” sebutnya kepada awak media, Khamis (28/7/2022). (SUIN/KTN)

 

Bagikan :