Museum Media Siber Indonesia direncanakan dibangun dua lantai. Lantai pertama akan difungsikan sebagai museum, sementara lantai kedua dijadikan balai wartawan.
“Kita punya jurnalis boarding school, kita punya museum, lalu kita punya monumen. Itu satu kesatuan. Harapannya, kita terus menggalakkan literasi digital dan terus bergerak,” kata Firdaus.
Ditempat yang sama, Wakil Gubernur Banten, Dimyati Natakusumah, menyampaikan apresiasi atas inisiatif SMSI membangun museum tersebut.
Ia menilai peletakan batu pertama ini menjadi simbol pembangunan peradaban sejarah dan budaya di Provinsi Banten.
“Peletakan batu pertama museum ini menjadi simbol bahwa peradaban sejarah dan budaya akan dibangun di Provinsi Banten oleh SMSI,” ucapnya.
Dimyati menambahkan, museum ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana pelestarian sejarah, tetapi juga sebagai media edukasi yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan.
Ia menekankan pentingnya menjaga ingatan kolektif bangsa agar generasi mendatang tidak melupakan sejarah.
“Maka ini akan menjadi tonggak sejarah peradaban budaya, termasuk sejarah. Jas merah, jangan sampai melupakan sejarah, intinya itu,” ujar Dimyati.
“Ini sudah ada niat yang baik dan serius dari pengurus SMSI untuk membangun museum. Mudah-mudahan bermanfaat bagi bangsa dan negara, khususnya Provinsi Banten,” sambungnya.
Lebih lanjut, Dimyati berharap museum tersebut dapat menjadi ruang belajar bagi pelajar dan generasi muda untuk mengenal sejarah pers, sejarah Banten, hingga sejarah bangsa.
