Dana Desa Kampung Bumi Rejo Tahun 2019 dan 2020 Disinyalir Sarat Korupsi

Awak media mencoba melakukan Investigasi menemukan lebar jalan berpariasi mulai dari 3,5 M bahkan sampai kedalam makin mengecil
Awak media mencoba melakukan Investigasi menemukan lebar jalan berpariasi mulai dari 3,5 M bahkan sampai kedalam makin mengecil
Bagikan :

WAY KANAN – Kliktodaynews.com Pembukaan jalan yang terletak di Dusun 4 Kampung Bumi rejo Kecamatan Baradatu Kabupaten Way kanan Lampung disinyalir tidak sesuai volume.

Saat Awak media melakukan kontrol sosial ditemukan pembangunan pembukaan badan jalan tersebut yang tertera di Nomen klatur berukuran 5×650 M.

Namun setelah dilakukan investigas lebih mendalam, lebar jalan berpariasi mulai dari 3,5 M bahkan sampai kedalam makin mengecil

Dengan adanya temuan ini, disinyalir Oknum Kakam(Suwardi-red) melakukan pengurangan volume pembangunan dan di perparah di tahun berikut nya Pembangunan/Rehabilasi/Peningkatan Pengerasan Jalan dengan Nilai 179. 630.000,- dengan kode rek 2.03.10 yang dilaporkan melalui Sistem Impormasi Desa di Kemendes Disinyalir mangkrak, lantaran hanya menumpuk batu

Diduga kuat oknum Kakam setempat juga memanipulasi data lain nya seperti Dukungan siswa miskin/berprestasi tahun 2020 sebesar 84.000.000 dan tahun sebelum nya sebesar 24.000.000

Saat Awak media ingin mengkomfirmasi guna berimbang nya pemberitaan kepada yang bersangkutan tidak ada di tempat dan mencoba menghubungi via telepon melalui Whatapp pribadi nya , Ia (Suwardi) Menjelaskan Pembangunan/Rehabilasi/Peningkatan Pengeras jalan Hanya Penumpukan batu .

Baca Juga :  Elyas Yusman : Jurnalistik Itu Harus "Ngopi"


“Ia Pengerjaan Pembangunan/Rehabilasi/Peningkatan pengerasan jalan itu hanya penumpukan batu senilai 179.630.000, “Jelas nya

Saat di tanya tentang volume pembukaan jalan tahun Sebelum nya ia mengatakan lebar nya 5 M dan hasil investigasi hanya 3,5 M serta bervariasi makin kecil .

Dari hasil temuan tersebut beberapa Awak media akan Berkoordinasi ke dinas terkait dalam hal ini (PMK, Inspektorat serta PPID Utama ) Serta ke Aparat Penegak Hukum (APH)Dalam hal ini Kejari Waykanan dan Polres Waykanan.(SUIN/KTN)
Bagikan :