Delapan Karyawan Kebun Unit Gunung Bayu Dipaksa Mengundurkan Diri, Test Urine Tidak SOP

Surat Pemaksaan Pengunduran diri
Bagikan :

Simalungun-Kliktodaynews. Com

Pihak management PTPN 4 Kebun Unit Gunung Bayu diduga paksa 8 (delapan) karyawannya tanda tangani surat pengunduran diri. Dalam surat yang ditandatangani tersebut dikatakan tertangkap basah menggunakan narkoba. Setelah pihak perusahaan dengan BNN Siantar Lakukan test urine terhadap karyawan tersebut.

Hal ini diungkapkan KAH(35) Salah satu karyawan pemanen afdeling kebun Gunung Bayu korban pemaksaan pengunduran diri tersebut. Kamis(2/12/2021).

“Minggu lalu Saya dipanggil untuk datang ke Kantor unit dari lapangan saat bekerja, dan dipaksa untuk tanda tangani surat pengunduran diri. Dalam surat yang saya tanda tangani, dikatakan saya tertangkap basah menggunakan Narkotika. Yang Saya sendiri tidak mengetahui kapan kejadian tersebut serta dimana”, ungkapnya sedih di dampingi anaknya yang masih kecil dan istrinya.

Hal ini diduga ada hubungannya dengan rencana pengangkatan karyawan dalam waktu dekat ini. Sebab, tidak akan bisa seorang karyawan diangkat jika tidak kekurangan karyawan dalam hal ini pensiun dan Lainnya.

Korban berharap keputusan tersebut ditinjau kembali. Sebab, ia mengatakan ini sebuah jebakan. Karena takut diapun pasrah menanda tanganinya.

Baca Juga :  Diberitakan Telantarkan Anak dan Istrinya, UAS Anggap Fitnah dan Diduga Black Campaign

“Saya tidak tau kok tiba tiba di suruh mengundurkan diri”, tambahnya.

Direktur Lingkar Rumah Rakyat Indonesia Sumatera Utara Rudi Samosir, M. I. Kom mengatakan, Jumat(3/12/2021) apa yang dilakukan pihak perusahaan jika itu keputusan sepihak, dan benar tanpa ada ke tangkap basah menggunakan narkoba dimaksud, jelas cacat hukum.

“semua yang dituduhkan, jika itu tidak benar maka, ini harus ditinjau kembali dan jika benar maka sifatnya bukan memaksa pengunduran diri namun pemecatan. Kita menduga ini penuh siasat dan upaya menghindar dari hak hak buruh/karyawan”, katanya.

Kepala BNN Siantar Tuangkus Harianja menjelaskan bahwa benar ada test urine kepada 50 orang karyawan di Wilayah Unit Kebun Gunung Bayu.

Manager Kebun Gunung Bayu Erwin dikonfirmasi belum memberikan jawaban.

Ada kejanggalan

Dikonfirmasi, ke Pihak BNN Siantar ada muncul kecurigaan, ternyata pelaksanaan test tersebut diduga tidak sesuai Peraturan BNN RI nomor 11 THN 2018 tertulis deteksi dini harus dikerjakan oleh bidang Pencegahan dan pemberdayaan masyarakat BNN yang terjadi bidang pemberantasan dan Rehabilitasi yang melakukan.

Baca Juga :  Kapolres Simalungun Pimpin Sertijab Dua Kasat dan Dua Kapolsek

Kemudian selama pemeriksaan urine petugas ditemukan bukan menggunakan APD melainkan rompi razia BNN.

Selain itu, pihak Kebun Unit Gunung Bayu tidak memiliki surat permohonan ke BNN Siantar untuk meminta lakukan test urine.

Reporter : cheker

 

 

 

Bagikan :