Selasa 18 Agustus, SMP di Toba Akan Mulai Belajar Tatap Muka

Bagikan :

Toba – Kliktodaynews.com Sebanyak 51 Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kabupaten Toba akan menggelar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka untuk pertama kalinya sejak masa Pandemi Covid-19 mewabah. Kegiatan KBM direncanakan akan dimulai Selasa (18/8/2020)

Kadis Pendidikan Toba, Parlinggoman Panjaitan membenarkan informasi tersebut ketika dikonfirmasi wartawan, Senin (17/8) mengatakan, untuk persiapan tatap muka sudah dipersiapkan sejak dua bulan lalu.

“Sayangnya waktu itu, ada 6 orang warga Toba dalam waktu dekat dinyatakan positif Covid-19, akhirnya pembelajaran tatap muka kita tunda sementara,” ujar Parlinggoman.

Untuk tahap pertama, terangnya, pembelajaran tatap muka masih hanya diterapkan untuk SMP sederajarat baik sekolah negeri maupun swasta. Sementara untuk SD dan TK PAUD akan menyesuaikan ke depannya.

“Tatap muka SMP ini akan menjadi patron dan percontohan pembelajaran tatap muka, jika ini bisa berjalan lancar mungkin akan menyurul SD dan TK PAUD,” terang Parlinggoman.

Simulasi tatap muka, paparnya, sudah disebarkan ke seluruh sekolah sejak satu bulan lalu sebagai patron bagi sekolah tersebut. Kembali Parlinggoman menegaskan bahwa pembelajaran tatap muka ini benar benar sudah dipersiapkan secara matang.

Baca Juga :  Polres Toba Lakukan Giat Pengamanan Aksi Unjuk Rasa Komunitas GTA 54 Di Kantor Bupati Dan Kantor DPRD


Khusus untuk belajar tatap muka, terangnya, apabila ada orangtua yang tidak setuju pembelajaran tatap muka ini maka anak tersebut akan dilayani belajar secara daring dan luring.

“Kunci utamanya ada pada orangtua dan setiap siswa yang belajar tatap muka harus sepersetujuan orangtua murid. Dengan tegas saya sampaikan, tidak ada paksaan untuk siswa mengikuti belajar tatap muka, tapi kita tetap layani daring dan luring,” ujar Parlinggoman.

Untuk penerapan protokol kesehatan, pihaknya telah mempersiapkan Thermogun, masker, pelindung wajah (face shield) dan tempat cuci tangan di masing masing sekolah.

“Jadi tolong, kita juga dibantu untuk melakukan pengawasan, jika ada sekolah sekolah yang melonggarkan protokol kesehatan maka akan kita evaluasi dan bisa kita tutup kembali”,tutup Parlinggoman (DNM/KTN)

Bagikan :