Jalan Putus Dihantam Banjir, Petani di Toba Terpaksa Sunggi Padi 1 Km

Bagikan :

Toba – Sejumlah petani di Desa Partoruan Lumban Lobu, Kecamatan Bonatua Lunasi, Kabupaten Toba, terpaksa menyunggi (membawa di atas kepala) hasil panen padi sejauh hampir satu kilometer akibat akses jalan menuju persawahan mereka terputus dan tidak bisa dilalui kendaraan.

Kerusakan jalan tersebut terjadi di dua titik menuju Huta Tulpang Sosor Bolak. Selain menjadi akses utama ke perkampungan, jalan itu juga merupakan satu-satunya jalur menuju areal persawahan Holbung.

Hal itu disampaikan aparat desa setempat, Imron Butarbutar, saat Wakil Bupati Toba, Audi Murphy O. Sitorus, meninjau langsung lokasi pada Jumat (6/2/2026).

“Jalan ini putus dihantam banjir Desember 2025. Aek Naorihon di atas sana meluap, airnya naik menyapu sawah lalu tembus sampai ke sini. Debitnya sangat besar hingga jalan ini terputus,” jelas Imron.

Saat ini, satu titik jalan hanya dihubungkan jembatan bambu sederhana yang hanya bisa dilalui pejalan kaki. Sementara satu titik lainnya belum mendapat penanganan sama sekali.

“Kalau jalan kaki masih bisa, Pak. Tapi kalau angkat padi pas panen seperti ini susah. Sepeda motor tidak bisa masuk, apalagi mobil. Terpaksa kami sunggi,” tambahnya.

Selain meminta perbaikan jalan, warga juga berharap pemerintah melakukan pelebaran dan normalisasi Sungai Naorihon agar banjir tidak kembali merendam sawah mereka.

“Sekarang alur sungainya semakin sempit. Kalau banjir, air masuk ke sawah.

Bagikan :