Hujan Es dan Angin Puting Beliung Landa Laguboti, Bupati Toba Salurkan Bantuan Bahan Bangunan dan Pangan

Bupati Toba Darwin Siagian memberikan bantuan secara langsung kepada masyarakat yang terkena dampak bencana hujan es dan angin puting beliung
Bupati Toba Darwin Siagian memberikan bantuan secara langsung kepada masyarakat yang terkena dampak bencana hujan es dan angin puting beliung
Bagikan :

Toba-Kliktodaynews.com Bupati Darwin Siagian didampingi Kadis Sosial Kabupaten Toba mengunjungi warga yang terdampak bencana hujan es disertai angin puting beliung di Laguboti, Senin (13/04/2020).

Selain memberi dukungan moril, bupati juga menyerahkan sejumlah bantuan berupa bahan bangunan dan bahan pangan kepada seluruh kepala keluarga yang terdampak.

Bantuan diberikan secara simbolis kepada perwakilan warga yang terdampak. Adapun bantuan yang diberikan antara lain bahan bangunan berupa seng, paku seng, dan broti tiang yang dibagi sesuai tingkat kerusakan, dan bahan pangan berupa beras, telur, minyak goreng, gula pasir, bubuk teh, kopi, dan mie instan untuk masing-masing kepala keluarga.

Bupati dalam arahannya menyampaikan rasa prihatinnya atas kejadian tersebut dan meminta warga supaya tabah dan sabar menghadapi cobaan tersebut. Bupati jug meminta warga supaya lebih waspada seiring perubahan cuaca belakangan ini, seraya berharap semoga tidak ada lagi kejadian serupa terjadi di seluruh daerah Toba.

Sebagaimana dilaporkan oleh Camat Laguboti, Pintor Pangaribuan, bahwa pada hari Minggu sore, sekitar pukul 14.35 di Laguboti telah terjadi hujan es disertai angin puting beliung dan telah mengakibatkann kerusakan rumah warga.
Baca Juga :  Hari Kedua Operasi Patuh Toba 2020, Satlantas Polsek Balige Amankan Enam Unit Septor


Ada 33 kepala keluarga yang terdampak akibat peristiwa itu yang tersebar di Desa Ompu Raja Hutapea, Desa Ompuraja Hutapea Timur, Desa Sitngkola, Desa Simatibung, Desa Pardinggaran, Desa Sibuea, Desa Ompu Raja Hatulian, Desa Sibarani Nasampulu, dan Desa Tinggir Napasir. Tidak ada korban jiwa pada peristiwa itu, namun kerugian diperkirakan mencapai 200an juta rupiah. (RED/KTN)

Bagikan :