DPRD Toba Bongkar Aspirasi Warga: Dari Jalan Rusak hingga Blank Spot, Pemkab Diminta Gerak Cepat!

Bagikan :

DPRD mendesak Pemkab agar aktif memperjuangkan perbaikannya melalui forum Musrenbang.

Dari Dapil III (Porsea, Siantar Narumonda, Parmaksian, Pintu Pohan Meranti), bencana longsor yang kerap terjadi di Pintu Pohan Meranti menjadi perhatian. DPRD meminta dukungan alat berat untuk penanganan cepat di lapangan.

Di Dapil II (Uluan, Bonatua Lunasi, Lumbanjulu, Ajibata), persoalan banjir akibat meluapnya Aek Simarittop menjadi keluhan utama.

DPRD mendorong pembangunan tembok penahan sungai untuk melindungi lahan pertanian warga.

Selain itu, penonaktifan ribuan peserta BPJS juga menjadi perhatian serius. DPRD meminta dinas terkait segera membantu proses reaktivasi agar masyarakat tetap mendapatkan layanan kesehatan.

Kendala pengadaan lahan untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih juga disorot. DPRD mendorong Pemkab memfasilitasi pemanfaatan aset pemerintah agar koperasi tetap dapat berdiri dan beroperasi.

Sementara di Dapil I (Balige, Tampahan), kerusakan parah jaringan irigasi yang mengancam tujuh desa menjadi isu mendesak. DPRD meminta penanganan segera tanpa menunggu APBD demi mencegah gagal panen.

Tak hanya itu, potensi pariwisata Bukit Singgolom juga diangkat untuk dikembangkan menjadi ikon baru daerah, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

DPRD Toba menegaskan, seluruh aspirasi yang disampaikan merupakan kebutuhan riil masyarakat di lapangan. Oleh karena itu, mereka berharap Pemerintah Kabupaten Toba dapat merespons cepat dan menjadikannya sebagai prioritas pembangunan ke depan. (Wk/ktn)

Bagikan :