Pemkab Tapanuli Utara Gandeng Kementerian Kehutanan Petakan Potensi Konservasi Lanskap Harangan Tapanuli

Bagikan :

Edukasi konservasi diharapkan dapat menjangkau anak-anak sekolah hingga masyarakat luas, termasuk melalui pengenalan simbol keberadaan Orangutan Tapanuli sebagai kebanggaan warga.

Workshop yang berlangsung pada 7–8 April tersebut diharapkan menghasilkan data akurat yang dapat ditindaklanjuti melalui aksi lapangan oleh perangkat daerah, camat, kepala desa, kelompok masyarakat, serta organisasi non-pemerintah yang hadir.
Sementara itu, mewakili Direktorat Pemulihan Ekosistem dan Bina Areal Preservasi, Dewi Sulastri Ningsih menyampaikan bahwa ekosistem Batang Toru atau Harangan Tapanuli merupakan habitat penting bagi satwa prioritas, khususnya Orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis).

Ia menegaskan bahwa Orangutan Tapanuli merupakan salah satu spesies kera besar yang paling terancam punah di dunia. Dengan lebih dari 50 persen ekosistem Batang Toru berada di wilayah Tapanuli Utara, maka upaya perlindungan kawasan menjadi tanggung jawab bersama.

Kegiatan yang diinisiasi Direktorat Pemulihan Ekosistem dan Bina Areal Preservasi, Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Kehutanan tersebut merupakan langkah kolaboratif dalam mengidentifikasi sekaligus menjaga kelestarian ekosistem di wilayah Tapanuli.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Balai KSDA Sumatera Utara, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara, pimpinan perangkat daerah, para camat, kepala desa, serta perwakilan organisasi lingkungan hidup. (Red/ktn)

Bagikan :