Ia menambahkan, “dalam mengatasi krisis air bersih di Kota Pandan yang tidak begitu tinggi menelan biaya pembangunannya.Segeralah Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah memanfaatkan air tersebut sesuai Undan-undang” imbuh Prins Walles.
Kenangnya,” pada tahun 1994 saya bersama Pastor Kristian Warga Negara Jerman sudah pernah memeriksa air tersebut di Laboratorium Hamburg di Jerman dan hasil kandungan air tersebut sangat layak dikonsumsi manusia tanpa di masak dan itulah sebabnya Yayasan Katolik saat itu membebaskan sebahagian kecil lahan itu untuk ditanami pepohonan,” kenang Walles.
“Harapan kita kedepan Pemerintah Kabupaten Tapteng dapat melestarikan Bukit Batu Harimau dengan menanam pepohonan akibat bencana alam yang baru-baru ini terjadi di Bukit Batu Harimau,” pungkasnya.
Sembari mengatakan,” kita masyarakat sudah sepatutnya menjaga kelestarian bukit Batu Harimau dan jangan sampai digunduli dan akan berakibat fatal nantinya,” tandas Prins Walles Tambunan.(CP).
