Barus, Kliktodaynews.com – Warga Desa Sigambo-gambo, Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), mendesak Inspektorat Tapteng segera menindaklanjuti laporan dugaan penyimpangan dana desa tahun anggaran 2022 hingga 2024 yang hingga kini dinilai belum menunjukkan perkembangan.
Hal tersebut disampaikan warga, Rahmat Marpaung dan Sukarmedi Simanullang, kepada wartawan, Rabu (25/3/2026) di Barus. Mereka menyayangkan lambannya penanganan laporan yang telah diajukan sejak April 2025.
“Laporan sudah kami sampaikan tahun lalu, namun sampai sekarang kami belum mengetahui sejauh mana proses penanganannya oleh Inspektorat,” ujar Rahmat.
Menurutnya, laporan tersebut berisi sejumlah dugaan penyimpangan penggunaan dana desa oleh Kepala Desa Sigambo-gambo, Apre Solli Manalu, dalam berbagai kegiatan sejak tahun anggaran 2022 hingga 2024.
Pada tahun 2022, warga menyoroti sejumlah kegiatan yang diduga terjadi mark-up, di antaranya pembangunan penanggulangan bencana senilai Rp125 juta, pembuatan jaringan komunikasi Rp86,1 juta, serta pengelolaan lumbung desa Rp197,6 juta.
Sementara pada tahun 2023, dugaan serupa juga muncul pada beberapa kegiatan, seperti pengelolaan lumbung desa, program makanan tambahan ibu hamil, penyelenggaraan PAUD/TK/TPA/TPQ, hingga penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) yang disebut hanya terealisasi tiga tahap dari seharusnya empat tahap.
Selain itu, terdapat pula dugaan kegiatan fiktif pada pembangunan jaringan komunikasi senilai Rp30 juta.
Adapun pada tahun 2024, dugaan penyimpangan mencakup kegiatan ketahanan pangan, program makanan tambahan ibu hamil, penyelenggaraan posyandu, hingga pekerjaan pengerasan jalan desa dan jalan tani.
