PANDAN, Kliktodaynews.com – DPRD Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) mendesak Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera II bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Sumatera Utara untuk segera berkolaborasi membangun bronjong permanen di sejumlah sungai yang terdampak bencana alam di wilayah Tapteng.
Desakan tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRD Tapteng, Joneri Sihite, kepada wartawan, Sabtu (14/2/2026). Ia menegaskan, sebagai instansi yang bertanggung jawab atas pengelolaan sumber daya air di bawah Ditjen SDA Kementerian PUPR, BBWS Sumatera II harus segera mengambil langkah konkret bersama Pemprov Sumut.
“Kami dari DPRD Tapteng mendesak BBWS dan Dinas PUPR Provinsi Sumatera Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Bobby Nasution untuk segera membangun bronjong di setiap lokasi sungai yang terdampak bencana pada 25 November 2025 dan 11 Februari 2026. Hingga kini belum terlihat langkah serius dari kedua instansi tersebut,” tegas politisi Partai Golkar itu.
Tanggul Sementara Dinilai Tak Efektif
Menurut Joneri, pembuatan tanggul darurat terbukti tidak efektif. Hal itu terlihat saat hujan deras mengguyur Tapteng pada 11 Februari 2026, yang kembali memicu kepanikan warga di Kecamatan Barus dan Tukka.
Sejumlah sungai seperti Sungai Hutabolon, Sungai Aek Tolang, hingga Sungai Aek Sirahar meluap dengan ketinggian air mencapai 1 hingga 3 meter dan menggenangi permukiman warga.
Akibat banjir bandang tersebut, Pemerintah Kabupaten Tapteng kembali melakukan evakuasi warga dan menampung korban terdampak di Gedung Olahraga (GOR) Pandan.
